Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

KBRI Manila Buka Kelas Pencak Silat Gratis, Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia di Filipina
Oleh : Redaksi
Kamis | 02-04-2026 | 13:08 WIB
silat-kelas.jpg Honda-Batam
Sebanyak 35 peserta mengikuti kelas pencak silat gratis perdana pada Sabtu (28/3/2026) di Ruang Nusantara KBRI Manila. (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui KBRI Manila terus memperkenalkan pencak silat sebagai instrumen diplomasi soft power di kancah internasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kelas pencak silat gratis yang terbuka untuk umum.

Sebanyak 35 peserta mengikuti kelas perdana yang digelar pada Sabtu (28/3/2026) di Ruang Nusantara KBRI Manila. Program ini diselenggarakan secara rutin setiap hari Sabtu pukul 15.30 hingga 17.00 waktu setempat, hasil kolaborasi dengan Philsilat Sports Association.

Kelas tersebut dipandu oleh dua pelatih profesional asal Indonesia, yakni Andi Zulkarnaen dan Ellvia Zahara, yang juga menjadi pelatih tim nasional pencak silat Filipina. Kehadiran keduanya diharapkan mampu memberikan pembinaan yang berkualitas bagi peserta.

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) RI di Manila, Victorina Dewayani, menyampaikan bahwa pencak silat tidak hanya berfungsi sebagai olahraga bela diri, tetapi juga sebagai sarana penanaman nilai-nilai karakter dan promosi budaya Indonesia.

"Pencak silat tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, sportivitas, serta memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada para peserta," ujarnya.

Ia menambahkan, pembukaan kelas ini merupakan bagian dari program unggulan KBRI dalam mempromosikan pencak silat sebagai aset diplomasi budaya Indonesia sekaligus mendukung penguatan eksistensinya di tingkat global.

Antusiasme tinggi terlihat dari para peserta yang mayoritas berasal dari diaspora Indonesia. Mereka mengikuti sesi pembuka dengan materi dasar pencak silat secara interaktif.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Philsilat Sports Association turut hadir dan menyampaikan bahwa minat masyarakat Filipina terhadap pencak silat cukup tinggi. Namun, ketersediaan tempat latihan atau padepokan masih terbatas.

Pihaknya berharap kelas yang diinisiasi KBRI Manila dapat diperluas agar masyarakat Filipina juga dapat ikut berpartisipasi dan mengenal lebih dekat budaya Indonesia.

Melalui program ini, Indonesia tidak hanya memperkenalkan seni bela diri tradisional, tetapi juga mempererat hubungan budaya antara masyarakat Indonesia dan Filipina.

Editor: Gokli