Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kunjungan ke Kuala Lumpur, Wamenlu Dorong Kerja Sama Semikonduktor dan Perdagangan Indonesia-Malaysia
Oleh : Redaksi
Kamis | 02-04-2026 | 10:28 WIB
RI-Jiran.jpg Honda-Batam
Wamenlu Arif Havas Oegroseno, melakukan kunjungan kerja ke Kuala Lumpur pada 30-31 Maret 2026 guna memperkuat kerja sama strategis antara Indonesia dan Malaysia. (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arif Havas Oegroseno, melakukan kunjungan kerja ke Kuala Lumpur pada 30-31 Maret 2026 guna memperkuat kerja sama strategis antara Indonesia dan Malaysia.

Dalam kunjungan tersebut, Arif Havas menggelar pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi Malaysia, termasuk Wakil Menteri Luar Negeri, Wakil Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri, serta perwakilan Majelis Keselamatan Negara Malaysia. Ia juga berdialog dengan pelaku industri semikonduktor setempat.

Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari dinamika geopolitik hingga penguatan kerja sama ekonomi bilateral. Fokus utama meliputi pengembangan industri semikonduktor, peningkatan perdagangan antarwilayah, isu perbatasan maritim, pengembangan Community Learning Center (CLC), serta ketahanan energi.

Dalam diskusi terkait dampak situasi global, khususnya di Timur Tengah, Arif Havas menilai Indonesia dan Malaysia memiliki keunggulan dalam diversifikasi energi. "Indonesia dan Malaysia beruntung karena memiliki sumber energi alternatif, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada Timur Tengah. Bauran energi kita juga cukup tinggi yang didukung dengan kerja sama antara BUMN migas kedua negara untuk mendorong diversifikasi crude oil," ujarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan perdagangan antarprovinsi, terutama di kawasan perbatasan kedua negara. Upaya ini mendapat respons positif dari pihak Malaysia yang mendorong peningkatan konektivitas perdagangan antara Sumatera dengan Semenanjung Malaysia, serta Kalimantan dan Sulawesi dengan Sabah dan Sarawak.

Dalam pertemuan dengan pelaku industri semikonduktor, kedua pihak sepakat memperkuat kolaborasi pada sektor pasar khusus seperti pusat data, otomotif, dan perangkat kesehatan. Indonesia dinilai memiliki keunggulan dalam desain chip yang dapat mendukung penguatan kedaulatan data (data sovereignty).

"Kita tidak akan mungkin memiliki kedaulatan mandiri jika tidak membangun industri semikonduktor sendiri. Faktor penting lainnya dari semikonduktor adalah talenta. Saya mendorong lebih banyak pelajar Indonesia menempuh pendidikan di bidang yang relevan," kata Arif Havas.

Rangkaian kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas rencana pelaksanaan pertemuan tahunan (Annual Consultation) antara pemimpin kedua negara serta forum Joint Commission for Bilateral Cooperation tingkat Menteri Luar Negeri yang dijadwalkan berlangsung pada 2026.

Melalui kunjungan ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemitraan strategis dengan Malaysia, khususnya dalam menghadapi tantangan global dan meningkatkan daya saing kawasan.

Editor: Gokli