Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Perkuat Kerja Sama Dagang di KTM WTO 2026, Dorong CEPA dengan Uni Eropa dan GCC
Oleh : Redaksi
Rabu | 01-04-2026 | 11:48 WIB
KTM-WTO-2026.jpg Honda-Batam
Konferensi Tingkat Menteri ke-14 World Trade Organization di Yaounde, Kamerun. (Kemendag)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Delegasi Republik Indonesia memanfaatkan forum Konferensi Tingkat Menteri ke-14 World Trade Organization di Yaounde, Kamerun, untuk menggelar sejumlah pertemuan bilateral guna memperkuat hubungan perdagangan dan investasi dengan berbagai negara mitra.

Delegasi RI yang dipimpin Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan, Johni Martha, melakukan pertemuan dengan Jerman, Swedia, Arab Saudi, Uni Eropa, dan Belanda pada 26-29 Maret 2026. "Kami melakukan pertemuan bilateral untuk bertukar pandangan terkait isu-isu krusial di KTM ke-14 WTO sekaligus mendorong peningkatan kerja sama perdagangan," ujar Johni.

Ia menambahkan, negara-negara tersebut memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya peran World Trade Organization serta urgensi reformasi agar tetap relevan di tengah dinamika global.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi RI turut didampingi oleh Deputi Wakil Tetap RI II PTRI Jenewa/Duta Besar RI untuk WTO, Nur Rahman Setyoko, serta Direktur Perundingan Organisasi Perdagangan Dunia Kementerian Perdagangan, Dina Kurniasari.

Selain membahas agenda utama WTO, pertemuan bilateral juga dimanfaatkan untuk mempercepat kerja sama ekonomi. Dengan Uni Eropa, Belanda, Swedia, dan Jerman, kedua pihak sepakat mengoptimalkan perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement sebagai kerangka peningkatan hubungan dagang. Negara-negara tersebut juga mendorong percepatan implementasi I-EU CEPA agar manfaatnya segera dirasakan oleh pelaku usaha.

Johni menjelaskan, peningkatan kerja sama juga akan difokuskan pada penguatan hubungan antarpelaku usaha melalui kegiatan business matching dan promosi dagang.

Sementara itu, dengan Arab Saudi, Indonesia sepakat untuk mempercepat penyelesaian perundingan Indonesia-Gulf Cooperation Council Comprehensive Economic Partnership Agreement.

Delegasi Swedia turut menyampaikan rencana kunjungan Putri Mahkota Swedia, Victoria, ke Jakarta pada September 2026 untuk memperkuat kerja sama investasi dan perdagangan bilateral. Adapun delegasi Jerman mendorong percepatan pelaksanaan pertemuan kedua Joint Economic and Investment Committee (JEIC) Indonesia-Jerman.

Duta Besar RI untuk Kamerun merangkap sejumlah negara Afrika Tengah, Agung Cahaya Sumirat, menilai penyelenggaraan KTM ke-14 WTO di Yaounde menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperluas kemitraan ekonomi di kawasan Afrika. "Forum ini menjadi peluang untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi Indonesia dengan Kamerun serta negara-negara Afrika Tengah yang kian berkembang sebagai mitra potensial," ujarnya.

KTM ke-14 WTO yang digelar di Yaounde pada 26-29 Maret 2026 merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi WTO yang diadakan setiap dua tahun. Pertemuan ini membahas reformasi sistem perdagangan global serta penguatan sistem multilateral yang inklusif dan berbasis konsensus.

Pemilihan Kamerun sebagai tuan rumah juga menegaskan peran penting negara berkembang, khususnya kawasan Afrika, dalam mendorong perdagangan global yang adil dan inklusif.

Sebagai informasi, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaounde baru diresmikan pada 2025 sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi Indonesia di kawasan Afrika Tengah.

Editor: Gokli