Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menhub Imbau Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Maksimalkan WFA untuk Kurangi Kepadatan
Oleh : Redaksi
Rabu | 25-03-2026 | 10:08 WIB
wfa-arus-balik.jpg Honda-Batam
Menhub Dudy Purwagandhi, saat meninjau pemberlakuan sistem satu arah nasional di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Selasa (24/3/2026). (Kemenhub)

BATAMTODAY.COM, Semarang - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat yang akan kembali dari kampung halaman usai Idul Fitri agar menghindari puncak arus balik Lebaran yang diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026. Imbauan ini disampaikan guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, khususnya di jalur Tol Trans Jawa.

Menurut Dudy, masyarakat dapat memanfaatkan kebijakan Work from Anywhere (WFA) yang berlaku pada 25-27 Maret 2026 untuk mengatur waktu perjalanan secara lebih fleksibel. "Kami mengimbau masyarakat yang kembali dari kampung halaman untuk mengatur waktu perjalanan dengan menghindari puncak arus balik pada tanggal 24, 28, dan 29 Maret 2026. Masyarakat dapat memaksimalkan waktu WFA guna menghindari penumpukan kendaraan di jalur Tol Trans Jawa," ujar Dudy saat meninjau pemberlakuan sistem satu arah nasional di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Selasa (24/3/2026).

Pemerintah memprediksi jumlah kendaraan menuju Jakarta pada 24 Maret 2026 mencapai sekitar 285 ribu unit. Oleh karena itu, atas diskresi Kepolisian, diterapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) nasional mulai dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama.

"Volume kendaraan yang menuju arah Jakarta menunjukkan peningkatan signifikan. Pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way nasional diharapkan dapat memudahkan masyarakat kembali ke kota asal," kata Dudy.

Selain itu, untuk mengurai kepadatan di ruas Tol Trans Jawa, Rest Area KM 52B Tol Jakarta-Cikampek ditutup sementara berdasarkan diskresi Kepolisian. Pengguna jalan diimbau memanfaatkan rest area alternatif, seperti KM 42B dan KM 19B.

Dudy juga meminta masyarakat untuk selalu memantau informasi terkini terkait rekayasa lalu lintas sebelum melakukan perjalanan. Informasi tersebut dapat diakses melalui aplikasi Travoy atau layanan call center Jasa Marga.

"Masyarakat diharapkan mengecek waktu dan rute pemberlakuan rekayasa lalu lintas yang bersifat dinamis dari pihak Kepolisian," tuturnya.

Lebih lanjut, Dudy mengingatkan para pelaku usaha angkutan logistik agar mematuhi Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas dan Penyeberangan selama Angkutan Lebaran 2026. Kebijakan tersebut ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Kementerian Pekerjaan Umum.

"Para pengusaha angkutan logistik harus tetap mematuhi pembatasan operasional kendaraan barang selama periode Angkutan Lebaran 2026. Hal ini penting untuk memastikan mobilitas masyarakat pada masa arus balik berlangsung aman, tertib, dan lancar," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dudy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk Kepolisian, pemerintah daerah, pengelola jalan tol, dan PT Jasa Raharja, atas kerja sama dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Editor: Gokli