Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Dukung Pencak Silat Kamboja, Atlet Tampil Meningkat di Ajang Nasional 2026
Oleh : Redaksi
Rabu | 18-03-2026 | 15:08 WIB
silat-kamboja.jpg Honda-Batam
The 2026 Pencak Silat National Championship di Phnom Penh, Minggu (15/3/2026). (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung perkembangan pencak silat di Kamboja, yang kini menjadi salah satu cabang olahraga dengan pertumbuhan pesat di negara tersebut.

Komitmen itu disampaikan Kuasa Usaha ad-interim (KUAI) KBRI Phnom Penh, Krishnajie, saat penutupan The 2026 Pencak Silat National Championship di Phnom Penh, Minggu (15/3/2026).

"Indonesia bangga melihat dukungan terhadap perkembangan pencak silat di Kamboja telah memberikan hasil yang nyata," ujar Krishnajie dalam sambutannya.

Kejuaraan nasional tersebut diikuti 105 atlet dari 24 klub yang berasal dari sembilan provinsi, dengan mempertandingkan 14 kategori. Wakil Presiden Federasi Pencak Silat Kamboja, Chheang Sovanrotana, menyebut ajang ini menjadi sarana seleksi atlet untuk mewakili Kamboja di tingkat regional dan internasional.

Perkembangan signifikan pencak silat di Kamboja disebut tidak lepas dari dukungan Indonesia. Cambodian Pencak Silat Federation (CPSF) mencatat peningkatan kualitas atlet, pelatih, dan ofisial secara signifikan berkat kerja sama tersebut.

Atlet pencak silat Kamboja bahkan telah menunjukkan prestasi di tingkat regional, termasuk meraih medali emas pada SEA Games 2023. Capaian ini turut mendorong minat generasi muda Kamboja untuk menekuni olahraga bela diri asal Indonesia tersebut.

CPSF sendiri didirikan pada 2024 sebagai tindak lanjut dari usulan Prabowo Subianto saat berkunjung ke Kamboja pada 2022, ketika masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum PB IPSI.

Krishnajie juga mengapresiasi keberhasilan CPSF dalam menyelenggarakan kejuaraan nasional tersebut. Ia berharap kolaborasi di bidang olahraga ini terus diperkuat guna mempererat hubungan kedua negara. "Pencak silat memiliki nilai universal yang dapat diterima semua bangsa. Kerja sama ini diharapkan semakin mempererat persahabatan masyarakat Indonesia dan Kamboja," tutupnya.

Editor: Gokli