Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pertamina Pastikan Stok BBM Kepri Aman, Warga Diminta Tak Panic Buying
Oleh : Aldy
Selasa | 17-03-2026 | 15:28 WIB
bayu-handoko.jpg Honda-Batam
Sales Area Manager (SAM) Retail Kepri Pertamina Patra Niaga, Bagus Handoko, saat buka puasa bersama media di Batam, Senin (16/3/2026). (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Kepulauan Riau tetap aman meskipun terjadi ketegangan geopolitik global yang berpotensi mengganggu jalur distribusi energi, termasuk di kawasan Selat Hormuz.

Sales Area Manager (SAM) Retail Kepri Pertamina Patra Niaga, Bagus Handoko, menyampaikan hingga saat ini tidak terdapat lonjakan pembelian BBM secara signifikan di wilayah Kepulauan Riau.

"Di Kepri tidak ada kenaikan signifikan dalam pembelian BBM. Dari pemantauan kami juga tidak ditemukan panic buying, dan itu merupakan indikator yang baik," ujar Bagus saat kegiatan buka puasa bersama media di Batam, Senin (16/3/2026).

Ia menegaskan bahwa pasokan BBM di wilayah Kepri masih dalam kondisi aman dan terkendali, sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir terhadap ketersediaan energi.

Menurut Bagus, potensi gangguan di jalur pelayaran internasional seperti Selat Hormuz sejauh ini belum berdampak signifikan terhadap distribusi BBM di daerah tersebut. "Kami mengimbau masyarakat Kepri untuk tidak khawatir. Insyaallah gangguan di Selat Hormuz tidak memberikan dampak besar terhadap suplai BBM di wilayah ini," katanya.

Karena itu, masyarakat diminta tetap melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. "Masyarakat silakan membeli BBM secara normal. Tidak perlu panic buying, apalagi melakukan penimbunan," tegasnya.

Selain itu, Bagus juga mengajak masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak serta melakukan penghematan energi jika memungkinkan. "Jika masyarakat bijak dalam penggunaan dan melakukan penghematan, tentu itu lebih baik karena menjadi tanggung jawab bersama," imbuhnya.

Terkait harga BBM, Bagus menjelaskan bahwa pemerintah memiliki mekanisme evaluasi berkala terhadap BBM bersubsidi yang dilakukan setiap bulan oleh kementerian terkait, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Ia menegaskan bahwa mekanisme tersebut telah berlangsung sejak lama dan tidak berkaitan langsung dengan kondisi geopolitik saat ini. "Produk BBM subsidi memang dievaluasi setiap bulan oleh kementerian terkait. Bahkan sebelum adanya situasi konflik global, mekanisme itu sudah berjalan," jelasnya.

Hingga saat ini, lanjut Bagus, belum ada perubahan harga BBM bersubsidi akibat ketegangan global tersebut, dan distribusi energi di Kepulauan Riau tetap berjalan normal. "Untuk harga itu merupakan kewenangan pemerintah pusat dan sudah ada mekanismenya," pungkasnya.

Editor: Gokli