Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Buaya Muara 4,1 Meter Terjerat Jaring Nelayan di Tanjungpinang, Evakuasi Berlangsung Dramatis
Oleh : Devi Handiani
Selasa | 14-04-2026 | 15:08 WIB
buaya-tpi.jpg Honda-Batam
Penemuan seekor buaya muara berukuran raksasa yang terjerat jaring nelayan di bawah Jembatan Ramayana, Jalan Salam, Batu 8 Atas, Kota Tanjungpinan, Selasa (14/4/2026). (Foto: Devi Handiani)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Warga Jalan Salam, Batu 8 Atas, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, digegerkan dengan penemuan seekor buaya muara berukuran raksasa yang terjerat jaring nelayan di bawah Jembatan Ramayana, Selasa (14/4/2026).

Buaya sepanjang 4,1 meter dengan lebar badan sekitar 50 sentimeter itu pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan, Suryanto, saat menarik jaring ikan di perairan Kampung Kolam, Kelurahan Seijang, Kecamatan Bukit Bestari.

Suryanto menuturkan, awalnya ia mengira jaring miliknya tersangkut kayu. Namun, situasi berubah mencekam ketika tarikan terasa sangat berat dan air di sekitarnya bergolak.

"Kami kira jaring tersangkut tunggul kayu. Saat ditarik, berat sekali dan air bergolak. Ketika diangkat, tiba-tiba kepala buaya muncul. Jaring kami hampir putus," ujar Suryanto.

Ia mengaku sempat panik, tetapi tetap berusaha tenang bersama warga lainnya untuk mengamankan reptil tersebut. "Kami langsung mengikat mulut dan badannya menggunakan jaring agar tidak mengamuk. Setelah itu, kami tarik perlahan ke Kampung Kolam menggunakan sampan. Setibanya di darat, saya langsung menghubungi petugas Damkar karena khawatir buaya itu lepas," jelasnya.

Laporan tersebut diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Tanjungpinang pada pukul 08.25 WIB. Petugas yang dipimpin Dery Ambary segera mengerahkan Regu 5 Pos Dompak menuju lokasi.

"Kami menerima laporan pukul 08.25 WIB terkait adanya buaya besar yang diamankan warga. Tim langsung bergerak ke lokasi. Saat tiba, buaya sudah diikat, namun masih dalam kondisi kuat dan meronta," kata Dery.

Proses evakuasi berlangsung menegangkan. Petugas menggunakan tangga besi untuk membantu mengikat tubuh buaya agar lebih aman sebelum diangkat bersama warga ke kendaraan operasional. "Panjang buaya mencapai 4,1 meter, sehingga cukup berisiko. Kami mengutamakan keselamatan warga dan petugas. Evakuasi berhasil dilakukan sekitar pukul 10.40 WIB," tegasnya.

Selanjutnya, buaya tersebut dititipkan sementara di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk penanganan lanjutan sambil menunggu proses identifikasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Kemunculan buaya di dekat permukiman memicu kekhawatiran warga. Mereka menduga hewan tersebut merupakan bagian dari buaya yang lepas dari penangkaran milik PT Perkasa Jagat Kurnia di Pulau Bulan yang sebelumnya dilaporkan jebol akibat hujan deras pada Januari 2025.

"Menurut informasi, masih ada beberapa buaya lain yang kerap muncul di sekitar sini. Kondisi ini sangat meresahkan," ungkap Andi, warga setempat.

Dery Ambary mengimbau masyarakat agar tidak bertindak sendiri apabila menemukan satwa liar berbahaya. "Jangan mencoba menangkap sendiri karena sangat berisiko. Segera laporkan kepada Damkar, BPBD, atau pihak kepolisian. Keselamatan warga adalah prioritas utama," pungkasnya.

Editor: Gokli