Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Biznet Gio Tingkatkan Performa Cloud dengan AMD EPYC untuk Dukung Kebutuhan AI
Oleh : Redaksi
Sabtu | 14-03-2026 | 13:08 WIB
AMD-EPYC1.jpg Honda-Batam
Biznet Gio Cloud meningkatkan performa dan skalabilitas infrastruktur cloud dengan mengadopsi prosesor server AMD EPYC. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Penyedia layanan komputasi awan nasional Biznet Gio Cloud meningkatkan performa dan skalabilitas infrastruktur cloud dengan mengadopsi prosesor server AMD EPYC. Langkah ini dilakukan untuk menjawab meningkatnya kebutuhan komputasi, khususnya bagi beban kerja berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan machine learning.

Vice President of Technology Operations Biznet Gio Cloud, Saputro Aryulianto, mengatakan penggunaan prosesor AMD EPYC membantu perusahaan menghadirkan layanan cloud yang lebih efisien, andal, dan kompetitif di tengah pertumbuhan pesat industri digital di Indonesia.

"Biznet Gio Cloud merupakan mitra cloud terpadu yang menyediakan solusi bisnis lengkap, andal, dan terjangkau dengan standar keamanan tinggi serta dukungan layanan 24 jam. Kami berkomitmen memberikan kepuasan pelanggan dengan tingkat ketersediaan layanan atau Service Level Agreement mencapai 99,99 persen setiap bulan," ujar Ary dalam keterangan tertulis.

Menurut Ary, kebutuhan infrastruktur cloud terus meningkat seiring perkembangan teknologi AI. Kondisi tersebut menuntut penyedia layanan untuk menghadirkan sistem yang memiliki skalabilitas dan elastisitas tinggi agar mampu menyesuaikan beban kerja pelanggan yang beragam.

Ia menjelaskan bahwa Biznet Gio menyediakan berbagai produk cloud, mulai dari layanan virtual machine standar hingga server bare metal. Pada 2025, perusahaan juga meluncurkan layanan bare metal dengan akselerasi GPU guna mendukung kebutuhan komputasi intensif.

"Kami menghadapi tantangan terkait skalabilitas dan elastisitas beban kerja yang tidak konsisten. Selain itu, secara global juga terjadi kekurangan komponen seperti RAM dan SSD akibat meningkatnya adopsi AI," kata Ary.

Untuk mendukung pengembangan layanan tersebut, Biznet Gio saat ini mengoperasikan lebih dari 350 server bare metal yang ditenagai prosesor AMD EPYC generasi terbaru. Perusahaan memilih prosesor tersebut karena dinilai memiliki kombinasi jumlah inti prosesor (core), kecepatan clock, serta efisiensi biaya yang kompetitif.

Selain meningkatkan performa, penggunaan AMD EPYC juga membantu perusahaan menekan biaya lisensi perangkat lunak. Ary menyebut kepadatan core yang lebih tinggi memungkinkan pengurangan biaya lisensi hingga sekitar 20 persen dibandingkan platform lain.

"Kami melakukan pengujian benchmarking internal dan hasilnya sangat baik. Performa dan harga yang ditawarkan AMD EPYC sangat kompetitif dibandingkan kompetitor," ujarnya.

Biznet Gio juga menilai penggunaan prosesor tersebut memberikan efisiensi energi yang signifikan. Perusahaan mencatat pengurangan konsumsi daya hingga sekitar delapan persen, serta potensi penurunan emisi karbon mencapai sekitar 2.100 kilogram per server.

Ke depan, Biznet Gio berencana memperluas infrastruktur pusat data di Indonesia, termasuk membuka region data center baru di Bali. Perusahaan juga mempertimbangkan ekspansi layanan ke kawasan Asia Pasifik. "Kami akan terus menggunakan AMD EPYC untuk pengembangan produk berikutnya. Dalam skala penilaian satu hingga sepuluh, kami memberi nilai sepuluh untuk prosesor ini," kata Ary.

Selain pengembangan layanan cloud, Biznet Gio juga tengah menyiapkan produk digital baru seperti layanan DNS dan CDN yang ditujukan sebagai alternatif bagi layanan global di pasar Indonesia. Dengan penguatan infrastruktur tersebut, perusahaan optimistis dapat terus meningkatkan daya saing layanan cloud nasional di tengah pertumbuhan ekonomi digital.

Editor: Gokli