Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemnaker Perpanjang Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 hingga 24 Maret, Kuota 20.000 Peserta
Oleh : Redaksi
Selasa | 10-03-2026 | 11:08 WIB
Darmawansyah.jpg Honda-Batam
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah. (Kemnaker)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia memperpanjang masa pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 hingga 24 Maret 2026. Kebijakan ini diambil untuk memberi kesempatan lebih luas kepada masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan kerja melalui pelatihan vokasi secara gratis.

Sebelumnya, pendaftaran program tersebut dijadwalkan berakhir pada 6 Maret 2026. Kini calon peserta masih dapat mendaftar secara daring melalui laman resmi Skillhub Kemnaker di skillhub.kemnaker.go.id.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan perpanjangan waktu pendaftaran bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap program peningkatan kompetensi kerja.

"Kami memperpanjang masa pendaftaran agar lebih banyak masyarakat, khususnya lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat, dapat memanfaatkan program ini secara optimal. Jangan lewatkan kesempatan ini karena pelatihannya sepenuhnya gratis dan peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas pendukung," ujar Darmawansyah dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker, Sabtu (7/3/2026).

Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 menyediakan kuota bagi 20.000 peserta. Pelatihan akan diselenggarakan di 21 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), 13 Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker, serta sejumlah Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja di berbagai wilayah Indonesia.

Program ini terbuka bagi masyarakat berusia minimal 17 tahun yang telah memiliki akun SIAPkerja, dengan prioritas bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat tahun 2023 hingga 2025.

Seiring dengan perpanjangan pendaftaran, tahapan seleksi juga mengalami penyesuaian. Pendaftaran dan pengisian asesmen Siap Latih dibuka hingga 24 Maret 2026 pukul 23.59 WIB. Selanjutnya, proses seleksi dan wawancara dijadwalkan pada 25-28 Maret 2026, pengumuman peserta pada 29 Maret 2026, sementara pelaksanaan kick off dan orientasi pelatihan tetap dimulai pada 1 April 2026.

Calon peserta yang mendaftar diwajibkan membuat akun SIAPkerja terlebih dahulu, kemudian mengikuti sejumlah tahapan seleksi, mulai dari pengisian Asesmen Kecocokan Kerja hingga Self Potential Inventory (SPI), sebelum memilih program pelatihan yang diminati.

Kemnaker juga menyiapkan sejumlah fasilitas bagi peserta yang lolos seleksi, antara lain pelatihan gratis, makan siang selama pelatihan, bantuan transportasi, serta perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui BPJS Ketenagakerjaan. Peserta juga akan memperoleh sertifikat pelatihan dari balai pelatihan serta sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Adapun bidang pelatihan yang tersedia pada Batch 1 meliputi teknologi informasi dan komunikasi, kewirausahaan, manufaktur, otomotif, pariwisata, hingga konstruksi. Beberapa program yang ditawarkan di antaranya Internet of Things (IoT), instalasi panel surya, pengelasan, pengoperasian mesin CNC, otomasi industri, kendaraan listrik, cyber security, digital marketing, smart farming, serta pengolahan pangan industri.

Darmawansyah menegaskan program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di dunia industri, sehingga peserta tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga kompetensi yang siap digunakan di dunia kerja. "Program Pelatihan Vokasi Nasional ini disusun untuk menjawab kebutuhan industri secara nyata. Lulusannya tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga kompetensi yang siap digunakan di dunia kerja," jelasnya.

Ia berharap perpanjangan masa pendaftaran dapat memperluas penyebaran informasi program sehingga kuota 20.000 peserta dapat terpenuhi secara optimal. "Kami berharap tambahan waktu pendaftaran ini membuat informasi program semakin menjangkau masyarakat di berbagai daerah. Setiap kursi pelatihan yang tersedia merupakan peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan masa depan mereka," pungkas Darmawansyah.

Editor: Gokli