Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Wamendag Dorong UMKM Batam Tembus Pasar Global Lewat Export Center
Oleh : Aldy
Senin | 09-03-2026 | 12:28 WIB
wamendag-roro.jpg Honda-Batam
Wamendag Dyah Roro Esty Widya Putri, saat berdialog dengan para eksportir di Mall Pelayanan Publik Batam, Senin (9/3/2026). (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esty Widya Putri, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Batam untuk memperluas pasar hingga ke tingkat internasional dengan memanfaatkan keberadaan Export Center. Hal tersebut disampaikan Roro saat berdialog dengan para eksportir di Mall Pelayanan Publik Batam, Senin (9/3/2026).

Menurut Roro, posisi strategis Batam menjadikannya memiliki peluang besar sebagai pusat pengembangan ekspor, khususnya bagi produk-produk UMKM. "Alhamdulillah hari ini kami hadir di Batam dan melihat bagaimana lokasi Batam yang sangat strategis. Harapannya dengan adanya Export Center di Batam dapat memberikan informasi terkait pengembangan pasar UMKM sehingga pelaku usaha bisa menembus pasar global," ujarnya usai diskusi.

Ia menjelaskan, Export Center diharapkan berfungsi sebagai pusat informasi bagi pelaku usaha mengenai kondisi pasar internasional, peluang ekspor, hingga perkembangan perjanjian perdagangan yang tengah dijajaki Indonesia. Informasi tersebut dinilai penting agar UMKM dapat mengidentifikasi peluang ekspor serta memperluas pasar produk mereka.

Dalam kesempatan itu, Roro juga memaparkan tiga fokus utama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dalam memperkuat sektor perdagangan nasional. Ketiga fokus tersebut meliputi pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta peningkatan daya saing UMKM di pasar global.

Untuk pasar domestik, pemerintah berupaya membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi UMKM dengan menghubungkan pelaku usaha dengan jaringan ritel modern di berbagai daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas distribusi produk UMKM hingga ke berbagai gerai ritel di Indonesia.

Sementara itu, untuk meningkatkan ekspor, pemerintah mendorong pemanfaatan berbagai perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) yang telah dimiliki Indonesia. Namun, menurut Roro, masih terdapat kesenjangan informasi di kalangan pelaku usaha daerah terkait peluang yang dihasilkan dari perjanjian dagang tersebut.

"Karena itu, Kemendag mendorong sosialisasi yang lebih intensif kepada pelaku usaha agar mereka memahami manfaat perjanjian perdagangan dan peluang pasar yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor," jelasnya.

Selain itu, Kemendag juga memberikan pendampingan khusus bagi UMKM yang dinilai siap menembus pasar ekspor, baik dari sisi kapasitas produksi, kualitas produk, maupun keberlanjutan usaha.

Saat ini pemerintah memiliki jaringan perwakilan perdagangan di 33 negara melalui Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC). Jaringan tersebut dimanfaatkan untuk memberikan informasi pasar, membuka peluang ekspor, serta mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli di luar negeri.

Secara nasional, kinerja perdagangan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan tren positif dengan surplus perdagangan sekitar 41,05 miliar dolar AS. Meski masih didominasi komoditas besar seperti minyak kelapa sawit, bahan bakar, serta besi dan baja, peningkatan ekspor juga terlihat pada produk yang banyak dihasilkan UMKM, seperti kopi, kakao, dan produk halal.

Roro menilai produk Indonesia memiliki daya saing tinggi di pasar internasional. Namun, pelaku usaha perlu memahami karakteristik pasar negara tujuan, termasuk standar kualitas, sertifikasi halal, serta standar keberlanjutan yang berlaku.

Selain kualitas produk, ia menekankan pentingnya promosi serta pembangunan jaringan bisnis dengan pembeli potensial di luar negeri. "Networking itu sangat penting. Melalui expo atau pameran kita bisa mempertemukan buyer dan seller sehingga mendorong perluasan pasar," kata Roro.

Ia menambahkan bahwa berbagai masukan dari para eksportir di Batam telah dicatat oleh pihaknya dan akan menjadi bahan evaluasi bagi Kemendag dalam merumuskan strategi penguatan ekspor daerah ke depan. "Kita sudah menerima berbagai masukan saat dialog tadi dan itu akan menjadi perhatian kami dalam merumuskan langkah strategis untuk mendukung pengembangan ekspor, khususnya dari Batam," pungkasnya.

Editor: Gokli