Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Perkuat Pengembangan Talenta Murid, Kemendikdasmen Sosialisasikan Bina Talenta Indonesia 2026
Oleh : Redaksi
Senin | 09-03-2026 | 11:28 WIB
bti-2026.jpg Honda-Batam
Bina Talenta Indonesia 2026. (Kemdikdasmen)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen) menyosialisasikan Program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 sebagai langkah memperkuat sistem pembinaan talenta murid secara nasional.

Program tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid yang menekankan pentingnya identifikasi bakat, minat, serta pengembangan potensi siswa secara terencana dan berkelanjutan.

Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen, Mariman Darto, menilai pengembangan talenta murid menjadi kebutuhan strategis bagi Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat. "Pengembangan talenta murid hari ini bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan strategis bangsa. Negara membutuhkan sistem yang mampu mengidentifikasi, membina, dan mengakselerasi potensi anak-anak Indonesia secara terstruktur," ujar Mariman saat Sosialisasi Bina Talenta Indonesia 2026 di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Program BTI dikelola oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) sebagai wadah pelatihan pengembangan talenta murid dan pemandu talenta. Fokus pembinaan mencakup bidang STEM, koding, kecerdasan artifisial, dan penguatan karakter.

Pelaksanaan program dilakukan melalui kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi yang berperan sebagai pusat penguatan kompetensi. Selain itu, pemandu talenta di satuan pendidikan dilibatkan untuk memastikan pembinaan berkelanjutan di tingkat daerah.

Pada pelaksanaan tahun 2025, BTI melibatkan peserta dari 38 provinsi di seluruh Indonesia serta dari Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). Program tersebut juga didukung oleh 23 perguruan tinggi mitra, antara lain Institut Teknologi Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, dan Institut Teknologi Del.

Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene, menjelaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan BTI sebelumnya sangat dipengaruhi kesiapan sekolah dalam mengidentifikasi potensi siswa sejak dini serta peran aktif pemandu talenta dalam melakukan pembinaan secara konsisten.

"Pengalaman pelaksanaan BTI 2025 menunjukkan bahwa keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh kesiapan satuan pendidikan dalam mengidentifikasi potensi murid sejak awal, peran aktif pemandu talenta, serta dukungan sistemik dari dinas pendidikan dan kepala sekolah," kata Irene.

Ia menambahkan, peningkatan literasi sains pada peserta di wilayah Indonesia timur selama 2025 menjadi salah satu indikator bahwa program tersebut mampu mendukung pemerataan kualitas pendidikan. "Oleh karena itu, pada BTI 2026 kami mendorong penguatan kualitas pembinaan, transparansi seleksi, serta integrasi data talenta agar pembinaan tidak berhenti pada ajang, tetapi berlanjut sebagai proses pengembangan jangka panjang," ujarnya.

Pada 2026, BTI akan difokuskan pada peserta jenjang SMA, SMK, MA, atau sederajat dengan pendekatan pembinaan bertingkat yang mencakup level dasar, menengah, dan mahir. Skema tersebut dirancang untuk menyesuaikan dengan tingkat kompetensi peserta yang beragam.

Kemendikdasmen menargetkan sebanyak 3.000 peserta mengikuti program ini, terdiri atas 840 murid tingkat mahir dan 2.160 peserta tingkat menengah yang mencakup murid serta pemandu talenta.

Pendaftaran program dibuka mulai 6 Maret hingga 2 April 2026. Sementara itu, pelatihan akan dilaksanakan di perguruan tinggi mitra pada Juli hingga Agustus 2026.

Dengan dukungan kemitraan dari berbagai perguruan tinggi, Kemendikdasmen berharap BTI 2026 mampu memperkuat ekosistem pengembangan talenta nasional yang lebih inklusif, sistematis, dan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Editor: Gokli