Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Polri Buka Pendidikan SIPSS 2026 Gelombang I di Akpol Semarang, Siapkan Perwira Berintegritas dan Melek Teknologi
Oleh : Redaksi
Sabtu | 07-03-2026 | 16:08 WIB
Achmad-Kartiko.jpg Honda-Batam
Kalemdiklat Polri, Irjen Pol Achmad Kartiko, dalam upacara di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2026). (Humas Polri)

BATAMTODAY.COM, Semarang - Kepolisian Negara Republik Indonesia resmi memulai program Pendidikan Pembentukan Perwira Polri Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Anggaran 2026 Gelombang I. Pembukaan pendidikan tersebut dipimpin oleh Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Inspektur Jenderal Polisi Achmad Kartiko, dalam upacara yang berlangsung di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2026).

Program pendidikan ini diikuti para peserta terpilih yang telah melalui serangkaian proses seleksi ketat, baik di tingkat daerah maupun pusat. Para peserta dipersiapkan menjadi perwira remaja Polri yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga berintegritas tinggi di tengah perkembangan era digital.

Dalam amanat Kalemdiklat Polri yang dibacakan pada upacara tersebut, pendidikan SIPSS dinilai sebagai investasi strategis bagi organisasi Polri dalam menyiapkan sumber daya manusia yang profesional dan adaptif.

"Pendidikan ini merupakan investasi strategis bagi Polri untuk menyiapkan perwira yang profesional, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks," ujar Achmad Kartiko dalam amanatnya.

Ia menjelaskan, kurikulum pendidikan dirancang untuk memperkuat kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik para peserta. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membentuk perwira masa depan yang kompeten dalam menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaan pendidikan SIPSS 2026, terdapat sejumlah fokus utama yang menjadi prioritas pembelajaran. Salah satunya adalah penguasaan teknologi informasi, mengingat perkembangan sistem digital yang semakin pesat dalam mendukung pelayanan kepolisian modern.

Selain itu, pendidikan juga menekankan pentingnya integritas dan etika profesi. Para peserta didorong untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya sebagai landasan moral dalam setiap pelaksanaan tugas.

"Setiap perwira harus memegang teguh nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya sebagai pedoman dalam menjalankan tugas serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri," katanya.

Aspek kepemimpinan juga menjadi perhatian utama dalam program pendidikan ini. Para peserta diharapkan mampu menjadi pemimpin yang memberi teladan bagi anggota serta mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

Selama masa pendidikan, para siswa akan mengikuti berbagai program pelatihan intensif yang meliputi pembinaan fisik, pendalaman materi hukum, fungsi teknis kepolisian, hingga simulasi penanganan kasus di lapangan.

Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang keilmuan sarjana diharapkan dapat memperkaya perspektif dan kapasitas Polri dalam menghadapi berbagai dinamika serta persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Editor: Gokli