Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia-Mongolia Perkuat Kemitraan Strategis di Usia 70 Tahun Hubungan Diplomatik
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 27-02-2026 | 11:28 WIB
Indonesia-Mongolia.jpg Honda-Batam
Wamenlu Arrmanatha C Nasir dan Wakil Menteri Luar Negeri Mongolia, Amartuvshin Gombosuren, dalam Pertemuan Konsultasi Politik di Jakarta, Rabu (26/2/2026). (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Mongolia menggelar Pertemuan Konsultasi Politik di Jakarta, Rabu (26/2/2026), bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Forum tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat kemitraan bilateral di berbagai sektor prioritas. Pertemuan dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha C Nasir dan Wakil Menteri Luar Negeri Mongolia Amartuvshin Gombosuren.

Dalam pertemuan itu, kedua wakil menteri luar negeri bertukar pandangan mengenai perkembangan hubungan bilateral yang menunjukkan tren positif, sekaligus menjajaki peluang ekspansi kerja sama di bidang ekonomi strategis, pertahanan, pertanian, pendidikan, kesehatan, hubungan antarmasyarakat, pariwisata, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

Arrmanatha, yang akrab disapa Tata, menilai potensi kolaborasi kedua negara masih sangat luas, khususnya dalam mendorong keterlibatan pelaku usaha.

"Potensi kerja sama Indonesia dan Mongolia masih sangat luas. Peningkatan engagement pelaku usaha menjadi kunci, antara lain melalui nota kesepahaman antar-kamar dagang sebagai jembatan untuk memperluas perdagangan, investasi, dan kemitraan bisnis," ujar Tata.

Di sektor pertanian, Indonesia dinilai memiliki kapasitas untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia melalui program pelatihan pengembangan pertanian berkelanjutan. Sementara di bidang pendidikan, penguatan kerja sama dilakukan melalui sejumlah program beasiswa, seperti The Indonesian Aid Scholarship (TIAS), Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI), pelatihan peningkatan kapasitas diplomat Mongolia, serta program Kemitraan Negara Berkembang.

Kedua negara juga membahas dinamika geopolitik global dan peningkatan kolaborasi di berbagai forum regional maupun multilateral. Sebagai langkah konkret, Indonesia dan Mongolia sepakat menjajaki pembentukan Policy Planning Dialogue antar-kementerian luar negeri guna memperdalam koordinasi strategis serta pertukaran pandangan terkait isu kawasan Indo-Pasifik dan tantangan global.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman tentang Konsultasi Politik oleh menteri luar negeri kedua negara di Jakarta pada Mei 2025. Kesepakatan itu menjadi fondasi penguatan arsitektur dialog bilateral yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Hubungan Indonesia-Mongolia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif, terutama di sektor perdagangan. Pada 2025, total nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 56 juta, dengan ekspor Indonesia sebesar USD 49,5 juta dan impor dari Mongolia sebesar USD 6,5 juta.

Relasi kedua negara juga diperkuat dengan keberadaan satu-satunya Pusat Kebudayaan Mongolia di Asia Tenggara yang berlokasi di Tanjung Lesung, Banten. "Indonesia bangga menjadi tuan rumah pertemuan strategis ini. Kami berharap kemitraan Indonesia dan Mongolia terus berkembang dalam kerangka kerja sama komprehensif yang lebih erat, responsif terhadap tantangan global, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara," pungkas Tata.

Editor: Gokli