Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Satgas Damai Cartenz Amankan 28 Orang di Yahukimo, 9 Ditetapkan Tersangka Kasus Pembakaran dan Penembakan
Oleh : Redaksi
Senin | 23-02-2026 | 12:08 WIB
Damai-Cartenz.jpg Honda-Batam
Aparat gabungan mengamankan 28 orang melalui rangkaian operasi penegakan hukum yang ditingkatkan terkait kasus pembakaran dan penembakan di Kabupaten Yahukimo sepanjang 10 hingga 21 Februari 2026. (Humas Polri)

BATAMTODAY.COM, Jayapura - Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melaporkan perkembangan situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo sepanjang 10 hingga 21 Februari 2026. Dalam periode tersebut, aparat gabungan mengamankan 28 orang melalui rangkaian operasi penegakan hukum yang ditingkatkan.

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyatakan bahwa penindakan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil patroli serta identifikasi di lapangan. "Sejak tanggal 10 sampai 21 Februari 2026, hingga hari ini, kami telah mengamankan total 28 orang," ujar Yusuf, Jumat (21/2/2026).

Ia menjelaskan, dua orang diamankan pada 10 Februari pukul 07.30 WIT. Selanjutnya, dua orang kembali diamankan pada 15 Februari pukul 22.20 WIT, dan dua orang lainnya pada 16 Februari pukul 07.30 WIT.

"Pada Jumat, 20 Februari pukul 07.30 WIT, kami mengamankan delapan orang. Di hari yang sama pukul 11.00 WIT dua orang kembali diamankan, kemudian pukul 13.25 WIT satu orang. Sementara hari ini pukul 07.00 WIT, kami mengamankan 11 orang. Total keseluruhan 28 orang," katanya.

Sembilan Orang Jadi Tersangka

Dari 28 orang yang diamankan, sembilan orang telah ditetapkan sebagai tersangka setelah melalui proses penyelidikan dan investigasi. "Dari 28 orang tersebut, sembilan orang telah kami tetapkan sebagai tersangka melalui proses penyelidikan, mitigasi, dan investigasi di lapangan," tegas Yusuf.

Dua tersangka berinisial AS dan EE diduga terlibat dalam kasus pembakaran Ruko Blok B pada 14 Februari 2026. Tiga tersangka lainnya, FA, EM, dan ON, diduga terlibat dalam pembakaran SMP Metanoya pada 7 Januari 2026.

Penyidik juga mengungkap dugaan keterlibatan salah satu tersangka dalam sejumlah kasus, antara lain penembakan anggota Brimob pada 2022, pembakaran mobil Satbinmas pada 2025, pembunuhan pendulang emas pada 7 April 2025, penembakan anggota Kodim 1715 pada 16 Juni 2025, pembunuhan warga bernama Daniel Datti serta perusakan SMA Yapesli pada 2 Februari 2026, dan penembakan terhadap sopir bernama Suwono pada 12 Februari 2026.

Tersangka lain diduga terlibat dalam pembakaran mobil milik Kepala Desa Yalmabil pada 18 Februari 2026, percobaan pembunuhan, penembakan, hingga kasus penikaman yang sempat viral karena rekaman CCTV serta dugaan pembunuhan pada 2025.

"Untuk yang lainnya masih kami dalami keterlibatannya, apakah terkait dengan peristiwa yang telah disebutkan atau ada tindak pidana lain yang belum terdata," ujar Yusuf.

Barang Bukti dan Pengamanan

Dari penggerebekan di enam lokasi berbeda, aparat menyita sejumlah barang bukti berupa parang, tombak, panah, bendera berlambang tertentu, serta telepon genggam. Hingga saat ini, aparat belum menemukan senjata api.

"Untuk senjata api sementara belum kami temukan. Seluruh terduga saat ini diamankan di Polres Yahukimo dan dijaga ketat oleh personel Satgas Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo, serta didukung Brimob dari Sat Brimob Polda Papua," jelasnya.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menyebut peningkatan aktivitas kelompok bersenjata diduga berkaitan dengan kaburnya salah satu pimpinan kelompok kriminal bersenjata dari Lapas Wamena pada 25 Februari 2025.

"Pasca kaburnya salah satu pentolan tersebut, mereka kembali berkoordinasi dan merencanakan sejumlah aksi yang mengakibatkan korban jiwa, perusakan, pembakaran, dan penganiayaan. Hal itu memicu kembali maraknya kejadian di Yahukimo," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, menambahkan bahwa sembilan tersangka yang telah ditetapkan diduga merupakan bagian dari jaringan kelompok kriminal bersenjata (KKB). "Upaya pencegahan kami lakukan dengan menambah personel dari Satgas Damai Cartenz dan Sat Brimob Polda Papua, serta bekerja sama dengan Polres Yahukimo untuk pemetaan dan profiling wilayah, termasuk identifikasi waktu rawan. Patroli dilakukan secara berkelanjutan," kata Adarma.

Satgas Damai Cartenz 2026 menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengamanan di Kabupaten Yahukimo melalui patroli intensif dan penegakan hukum terukur guna menjaga stabilitas wilayah serta melindungi masyarakat.

Editor: Gokli