Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia-Malaysia Perkuat Kolaborasi Riset Ketahanan Pangan, Energi Terbarukan dan AI
Oleh : Redaksi
Selasa | 17-02-2026 | 16:08 WIB
dikti-RI-Malaysia.jpg Honda-Batam
Pertemuan bilateral Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Brian Yuliarto, dengan Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia, Zambry Abdul Kadir, Minggu (12/2/2026). (Kemdiktisaintek)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Malaysia memperkuat kolaborasi riset antara perguruan tinggi dan peneliti di kedua negara, dengan fokus pada ketahanan pangan, ekonomi hijau, energi terbarukan, serta kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI).

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Brian Yuliarto, dengan Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia, Zambry Abdul Kadir, Minggu (12/2/2026).

Menteri Brian menegaskan, penguatan kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kontribusi riset dan inovasi kedua negara dalam menjawab tantangan global. "Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kontribusi riset dan inovasi Indonesia dan Malaysia dalam menjawab berbagai tantangan global," ujar Brian.

Ia menambahkan, sinergi kepakaran antarpeneliti dan perguruan tinggi menjadi modal penting dalam mempercepat hilirisasi riset serta menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan arah kebijakan “Diktisaintek Berdampak” yang tengah didorong pemerintah.

Dalam pertemuan itu, kedua negara secara prinsip menyepakati pembentukan kelompok kerja atau klaster kolaborasi pada sejumlah bidang prioritas. Pemerintah Indonesia dan Malaysia juga akan mengidentifikasi para pakar dari masing-masing negara untuk mengembangkan riset bersama sesuai bidang yang telah disepakati.

Menteri Zambry menyatakan, Indonesia dan Malaysia memiliki kekuatan kepakaran yang saling melengkapi dan perlu dimanfaatkan secara optimal. "Pada prinsipnya, kami telah sepakat untuk membentuk kelompok kerja di bidang-bidang ini dengan mengidentifikasi para ahli dari Malaysia dan Indonesia untuk bekerja sama dalam mengembangkan bidang-bidang yang telah disepakati," ujar Zambry.

Kolaborasi tersebut akan melibatkan sejumlah perguruan tinggi terpilih di kedua negara serta peneliti yang tergabung dalam jejaring Konsorsium Akademik Malaysia–Indonesia (KAMI). Diskusi pendahuluan juga telah dimulai antara otoritas pendidikan tinggi Malaysia dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi guna memetakan ruang lingkup dan skema implementasi kerja sama.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jakarta, Menteri Zambry turut mengunjungi Institut Pertanian Bogor (IPB) dan berdialog dengan mahasiswa asal Malaysia. Pertemuan tersebut membahas potensi pengembangan kolaborasi di bidang pertanian dan ketahanan pangan.

Penguatan kemitraan Indonesia-Malaysia ini menegaskan komitmen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk memperluas kolaborasi internasional yang produktif, mempercepat mobilitas talenta, serta memastikan riset dan inovasi memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional dan kawasan.

Editor: Gokli