Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

KKP Perintahkan UPT Perkuat Pengawasan Mutu Perikanan Jelang Ramadan 2026
Oleh : Redaksi
Senin | 16-02-2026 | 13:28 WIB
mutu-ikan1.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memerintahkan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di setiap provinsi untuk memperkuat pengawasan mutu produk perikanan menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 2026.

Pengawasan dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir melalui kegiatan surveilan, inspeksi, dan pengujian laboratorium berbagai parameter keamanan pangan.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, menyatakan bahwa langkah tersebut bertujuan memastikan produk perikanan yang beredar di masyarakat tetap bermutu dan aman dikonsumsi selama bulan suci.

"Jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) di setiap provinsi melaksanakan penguatan pengawasan jelang Ramadan dari hulu sampai hilir melalui kegiatan surveilan, inspeksi, maupun pengujian laboratorium berbagai parameter keamanan pangan," ujar Ishartini dalam siaran resmi di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Ia menjelaskan, pengawasan telah dimulai sejak pertengahan Januari dan dilaksanakan oleh 46 UPT Badan Mutu KKP di seluruh Indonesia. Pada sektor hulu atau produksi primer, pengawasan mencakup surveilan dan inspeksi penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) di tambak serta kapal perikanan yang memasok rantai distribusi domestik maupun ekspor.

Sementara itu, pada sektor hilir, pengawasan menyasar Unit Pengolahan Ikan (UPI) melalui inspeksi dan surveilan penerapan standar Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) maupun Good Manufacturing Practices/Sanitation Standard Operating Procedures (GMP/SSOP).

"Beberapa UPT yang telah melakukan pengawasan mutu sejak 15 Januari di antaranya Stasiun PPMHKP Bengkulu, Balai PPMHKP Medan II, Stasiun PPMHKP Pontianak, Stasiun PPMHKP Kendari, dan Balai PPMHKP Medan I," jelasnya.

Kepala Balai PPMHKP Medan I, Nandang Koswara, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pengawasan budidaya tambak ikan serta monitoring kualitas perairan di Danau Toba. Hasil pengujian menunjukkan kondisi perairan dan hasil budidaya dalam keadaan baik serta layak konsumsi.

"Hasilnya dalam kondisi baik dan laik konsumsi," kata Nandang.

Pelaksana Tugas Kepala Stasiun PPMHKP Kendari, Kasrida, juga menyampaikan bahwa pengawasan mutu ikan di atas kapal yang dilakukan di Pelabuhan Kendari menunjukkan hasil positif. "Ikan-ikan yang kami periksa berkualitas baik dan siap memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Sulawesi Tenggara selama bulan suci," ujarnya.

Selain inspeksi dan surveilan, UPT juga melakukan uji laboratorium untuk mencegah potensi penyakit bawaan pangan (food borne pathogen). Parameter yang diuji meliputi E. coli, salmonela, listeria, histamin, formalin, logam berat, hingga toksin berbahaya.

"Semua langkah ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang," tutur Ishartini.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan komitmen KKP sebagai quality assurance body. Ia menyatakan bahwa penerapan sanitasi, higiene, dan prinsip keamanan pangan dalam seluruh rantai produksi perikanan tidak dapat ditawar guna menghadirkan produk yang bermutu, bergizi, dan aman untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.

Editor: Gokli