Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Masih dalam Pemulihan, Gubernur Kepri Kembali Tidak Ngantor
Oleh : chr/dd
Rabu | 12-12-2012 | 17:38 WIB
sani-atit.jpg Honda-Batam
Gubernur HM. Sani masih terlihat lemas usai berobat di Jerman

TANJUNGPINANG, batamtoday - Gubernur Provinsi Kepri HM. Sani kembali absen mengikuti kegiatan-kegiatan pemerintahan, karena masih sakit paska pelaksanaan operasi penyempitan tulang punggung, beberapa waktu lalu di Jerman.


Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Suhajar Diantoro, membenarkan kondisi Gubernur Provinsi Kepri itu masih, sehingga tidak dapat menghadiri acara pertemuaan dengan Pansus RUU PPDK DPR-RI di kantor gubernur, Rabu (12/12/2012) pagi tadi.

"Kami juga minta maaf, karena dalam kesempatan ini pak gubernur kami, HM. Sani berhalangan hadir karena masih sakit dan istirahat," ujarnya kepada sejumlah undangan pertemuan dengan Pansus RUU PPDK DPR-RI di aula kantor gubernur.

Kedapa awak media, Suhajar juga mengatakan, kalau kondisi gubernur sebenarnya sehat, Tetapi oleh dokter mengatakan agar beliau tidak banyak bergerak dulu, apalagi naik turun tangga.

"Beliau masih pakai alat penyanggah di lehernya. Dengan begitu, proses pemulihan akan lebih cepat. Makanya saya disuruh beliau menerima anggota Pansus DPR RI ini," terang Suhajar, usai menggelar pertemuan denagn Pansus RUU PPKD.

Atas saran dokter tersebut, tambah Suhajar, gubernur memutuskan untuk tidak mengahdiri rapat paripurna dengan agenda laporan pembahasan dana cadangan sekaligus pengesahan Perda tersebut di kantor baru DPRD Kepri, Pulau Dompak. Rapat paripurna ini justru dihadiri oleh Wakil Gubernur Kepri HM. Soerya Respatino.

"Pak gubernur tidak hadir dalam rapat paripurna ini. Beliau sudah melayangkan surat kepada kami. Tanpa mengurangkan rasa hormat beliau meminta Pak wakil gubernurnya untuk mewakilinya dalam rapat paripurna ini," kata Nur Syafriadi, ketua DPRD Kepri dalam rapat paripurna.