Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Konsolnas Dikdasmen 2026, Perkuat Sinergi Nasional Tingkatkan Mutu Pendidikan
Oleh : Redaksi
Selasa | 10-02-2026 | 11:49 WIB
konsolnas-2026.jpg Honda-Batam
Konsolnas Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, pada 9-11 Februari 2026. (Kemendikdasmen)

BATAMTODAY.COM, Depok - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, pada 9-11 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat kolaborasi, serta mendorong peningkatan kualitas dan pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia.

Konsolnas secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno. Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul yang menjadi prioritas nasional.

"Kami ingin mengajak kepala dinas dan kepala sekolah menjadi orkestrator dalam membangun SDM unggul. Sekolah harus menjadi media pembelajaran untuk membentuk manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat secara fisik, mental, dan sosial, serta siap menghadapi disrupsi digital dan perubahan iklim," ujar Pratikno, Senin (9/2/2026).

Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh pemangku kepentingan pendidikan dan mendorong penguatan sinergi lintas sektor. "Terima kasih atas kerja keras Bapak dan Ibu sekalian. Selamat bekerja, selamat bersinergi. Kami siap berjalan bersama dalam agenda besar membangun SDM unggul dan tangguh," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, memaparkan sejumlah capaian program prioritas, antara lain revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), penguatan pendidikan karakter, Wajib Belajar 13 Tahun, serta penguatan bahasa dan sastra Indonesia.

"Apa yang sudah kami lakukan akan terus kami tingkatkan. Sepanjang tahun 2025, berbagai program telah menunjukkan hasil dan mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat, khususnya dalam peningkatan sarana dan prasarana pendidikan," ujar Abdul Mu'ti.

Ia menambahkan, Konsolnas menjadi momentum penting untuk mempercepat implementasi kebijakan pendidikan melalui ekstensifikasi dan intensifikasi program prioritas, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia.

Mendikdasmen juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pelaksanaan program pendidikan. "Dalam pelaksanaan program, kami bekerja sama dengan banyak lembaga, baik di dalam maupun di luar negeri. Atas kerja sama yang telah terbangun, kami menyampaikan terima kasih dan berharap sinergi ini terus diperkuat," katanya.

Konsolnas Dikdasmen 2026 memiliki sejumlah tujuan strategis, di antaranya membangun sinergi pemangku kepentingan, menjaring isu pendidikan daerah, merumuskan solusi bersama, berbagi praktik baik, serta memperkuat implementasi kebijakan pendidikan nasional.

Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan, meliputi Wajib Belajar 13 Tahun, revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, evaluasi Tes Kemampuan Akademik (TKA), pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (DAPODIK), penguatan pendidikan karakter dan manajemen talenta, tata kelola guru dan tenaga kependidikan, kedaulatan bahasa Indonesia dan revitalisasi bahasa daerah, hingga pembelajaran mendalam, koding, kecerdasan artifisial, dan bimbingan konseling.

Rangkaian kegiatan Konsolnas mencakup pameran pendidikan, penyampaian kebijakan strategis tingkat nasional, sidang komisi yang membahas sembilan isu utama pendidikan, serta berbagi praktik baik dari berbagai daerah.

Melalui Konsolnas Dikdasmen 2026, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya membangun keselarasan langkah dan penguatan kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan agar kebijakan pendidikan dasar dan menengah dapat diimplementasikan secara lebih efektif, kontekstual, dan berdampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

Editor: Gokli