Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Harlah ke-100, Ketua MPR: Kiai dan Santri NU Berperan Bebaskan Indonesia dari Penjajahan
Oleh : Irawan
Minggu | 01-02-2026 | 09:08 WIB
IMG_20260131_190708_copy_470x250.jpg Honda-Batam
Ketua MPR Ahmad Muzani (Foto: Istinewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Ketua MPR RI Ahmad Muzani hadir memberikan sambutan menggantikan Presiden Prabowo Subianto dalam acara harlah ke-100 tahun Masehi Nahdlatul Ulama (NU). Muzani membeberkan peran kiai dan santri NU dalam membebaskan penjajahan di Indonesia.

"Sejak NU berdiri kesadaran untuk membebaskan agar kita terbebas dari penjajah mulai digelorakan," kata Muzani di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Menurutnya, para ulama dan kiai memiliki kesadaran tinggi untuk membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan.

"Pada saat usia NU berdiri kondisi rakyat kita, bangsa kita dalam keadaan miskin, dalam keadaan tidak berpendidikan, dalam keadaan serba kekurangan tapi kesadaran yang tinggi dari para ulama, kesadaran yang tinggi dari para kiai akan bangsanya, akan rakyatnya, akan umatnya kemudian mendirikan Nahdlatul Ulama," sambung Muzani.

Muzani bilang kesadaran ingin terbebas dari penjajahan tumbuh di berbagai pondok pesantren sejak berdirinya NU pada 1926 silam.

"Sejak NU berdiri kesadaran untuk membebaskan agar kita terbebas dari penjajah mulai digelorakan dari berbagai macam pondok pesantren, mulai digelorakan dari berbagai pengajaran-pengajaran agama," kata Muzani.

Dia mengatakan kontribusi NU terhadap NKRI sangat besar. "Heroisme untuk menentang penjajah, menegakkan keadilan, mengusir penjajah mulai menggeliat sejak NU berdiri. Kontribusi NU terhadap RI sejak berdiri sampai sekarang begitu besar," tambahnya.

Di akhir, Muzani menegaskan NU selalu berada di garis depan dalam menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.

"NU selalu berdiri di depan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," pungkasnya.

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran perwakilan pengurus NU dari seluruh penjuru Tanah Air.

"Alhamdulilah hadirin sekalian, seluruh PWNU dan PCNU mengirimkan perwakilannya dalam peringatan Harlah 100 Tahun Masehi ini. Sebanyak 38 PWNU dan 548 PCNU," ujar Gus Yahya.

Pada kesempatan tersebut, Gus Yahya menyebut visi dan idealisme NU sejalan dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

"Karena visi dan idealisme NU sama dan sebangun dengan visi dan idealisme proklamasi Republik Indonesia. Apakah visi dan idealisme itu? Yaitu berjuang membangun peradaban yang lebih mulia bagi seluruh umat manusia," sambungnya.

Gus Yahya menyebut semangat idealisme NU dalam membangun NKRI tak pernah lekang hingga satu abad perjalanan ini.

"Satu abad perjalanan NU tidak pernah lekang, tidak pernah bergeser semangat idealisme bahwa NU berjuang dengan membangun kubu perjuangan yaitu NKRI. NKRI sebagai kubu perjuangan untuk membangun peradaban yang mulia untuk seluruh umat manusia," urainya.

Di akhir sambutannya, Gus Yahya berharap perjuangan tersebut diridhai dan mendapat berkah dari Allah SWT. "Semoga perjuangan menuju peradaban mulia ini mendapat ridha dan berkah dari Allah SWT," tandasnya.

Editor: Surya