Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Terapkan Tips Berkendara Aman 5P+, Capella Honda Kepri Ajak Pengendara Lebih Waspada di Jalan
Oleh : Irwan Hirzal
Jumat | 23-01-2026 | 09:48 WIB
5P+.jpg Honda-Batam
Capella Honda Kepulauan Riau (Kepri) terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui kampanye Cari_Aman. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Risiko kecelakaan lalu lintas dapat mengancam setiap pengendara, termasuk akibat faktor di luar kendali manusia. Terlepas dari benar atau salah, potensi bahaya di jalan raya tetap dapat menimbulkan dampak serius bagi siapa pun. Karena itu, kemampuan pengendara dalam mengantisipasi dan merespons situasi berisiko menjadi kunci utama pencegahan kecelakaan.

Sebagai bentuk komitmen meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara, Capella Honda Kepulauan Riau (Kepri) terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui kampanye Cari_Aman. Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan menyosialisasikan tips berkendara aman 5P+ yang dapat diterapkan dalam aktivitas berkendara sehari-hari.

Instruktur Safety Riding Capella Honda Kepri, Christofer Valentino, mengatakan bahwa konsep 5P+ dirancang sebagai panduan sederhana namun efektif agar pengendara lebih siap menghadapi berbagai kondisi lalu lintas. "5P+ ini membantu pengendara membangun kebiasaan aman di jalan. Dengan langkah-langkah yang mudah diterapkan, risiko kecelakaan dapat diminimalkan," ujar Christofer, dalam keterangan pers, Jumat (23/1/2026).

Ia menjelaskan, poin pertama adalah pakai perlengkapan berkendara sesuai standar, seperti helm berstandar SNI dengan tali terpasang benar, jaket berlengan panjang, celana panjang, sarung tangan, serta sepatu. Perlengkapan tersebut berfungsi melindungi tubuh dan mengurangi tingkat cedera saat terjadi kecelakaan.

Poin kedua, pengendara diminta memperhatikan kondisi kanan dan kiri, terutama saat berada di persimpangan. Pengendara perlu memastikan area yang tidak terlihat benar-benar aman serta mengurangi kecepatan guna mengantisipasi bahaya yang muncul secara tiba-tiba.

Ketiga, pertahankan jarak aman dengan kendaraan di depan, minimal tiga detik. Jarak ini dapat diukur dengan menggunakan benda diam sebagai patokan agar pengendara memiliki waktu yang cukup untuk bereaksi.

Keempat, periksa kondisi sebelum mendahului. Pengendara harus memastikan situasi lalu lintas aman, menyalakan lampu sein, dan memperhatikan kaca spion sebelum berpindah lajur.

Kelima, patuhi rambu lalu lintas serta lengkapi diri dengan surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK) demi keselamatan dan kenyamanan bersama.

Selain lima poin utama tersebut, Christofer juga menekankan pentingnya langkah tambahan atau "plus", yakni memeriksa kondisi sepeda motor sebelum digunakan. Pemeriksaan meliputi tekanan dan kondisi ban, fungsi rem, lampu utama, lampu sein, lampu rem, klakson, serta pengaturan spion agar visibilitas tetap optimal.

Teknik pengereman turut menjadi perhatian, dengan mengombinasikan penggunaan rem depan dan belakang secara bersamaan agar pengereman lebih efektif dan stabil. Pengendara juga diimbau meningkatkan kepekaan terhadap potensi bahaya melalui pelatihan safety riding, penggunaan Honda Riding Trainer Simulator, maupun berbagi pengalaman berkendara.

"Kewaspadaan terhadap area blind spot harus ditingkatkan, terutama dengan mengurangi kecepatan saat melewati area yang tertutup pandangan. Selain itu, pengendara juga perlu mengontrol kecepatan karena semakin tinggi laju kendaraan, semakin terbatas informasi yang dapat ditangkap dan risiko kecelakaan pun meningkat," jelasnya.

Christofer menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama setiap pengendara. "Lebih baik perjalanan sedikit lebih lama karena kita menerapkan langkah preventif, daripada tidak pernah sampai ke tujuan. Cari_Aman saat naik motor," katanya.

Komitmen terhadap edukasi keselamatan berkendara juga ditegaskan Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara Kepulauan Riau, Duri Yanto. Menurutnya, keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama seluruh pengguna lalu lintas.

"Melalui edukasi 5P+, kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan sadar bahwa kebiasaan kecil yang benar dapat memberikan dampak besar dalam mencegah kecelakaan di jalan raya," ujar Duri Yanto.

Editor: Gokli