Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sakit Usai Plesiran ke Jerman

Presiden Tegur Gubernur Kepri Tak Hadiri Penyerahan DIPA di Istana
Oleh : si
Selasa | 11-12-2012 | 06:39 WIB
Gubernur-Kepri-HM-Sani.jpg Honda-Batam

Gubernur Kepri HM Sani

JAKARTA, batamtoday - Raut wajah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampak kesal, ketika melihat empat gubernur diantaranya Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Sani tidak hadir di Istana Negara saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2013.



Mereka hanya diwakili wakilnya saja, Sani diwakili Wakil Gubernur Soeryo Respationo karena sedang sakit usai melakukan plesiran ke Jerman beberapa waktu lalu.

Saat membagikan berkas DIPA di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/12/2012), SBY pun sempat memanggil Mensesneg Sudi Silalahi guna mengklarifikasi ketidakhadiran gubernur. SBY tampak kesal dengan alasan yang disampaikan para wakil gubernur.

Setelah memberikan berkas DIPA kepada 33 gubernur/wakilnya, SBY memberikan pidato sambutan. SBY memulai pidatonya dengan berpesan pada Mendagri Gamawan Fauzi agar para gubernur diberi pemahaman yang sama soal acara penting di Istana Negara tersebut.

"Kalau sakit bisa diterima, tapi kalau ada acara di provinsinya kemudian tidak datang, saya tidak menerima," kata SBY dengan raut wajah kesal.

"Biasakan tertib kita, saling menghormati, saling menyayangi, karena kita bertanggung jawab pada rakyat," tegasnya.

Selain Gubernur Kepri Muhammad Sani, tiga gubernur lainnya yang tidak hadir saat penyerahan DIPA adalah adalah Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P.

Atas ketidakhadiran Sani dan tiga gubernur lainnya, Presiden meminta pada Mendagri Gamawan Fauzi agar menertibkan para pemimpin daerah yang tidak hadir demi acara di provinsi masing-masing.

"Kalau sakit saya terima, tapi kalau ada acara di provinsinya kemudian tidak datang, saya tidak menerima," kata SBY sekali lagi dengan raut wajah kesal.

Khusus untuk Sani, wakilnya melaporkan bahwa dia sakit. Sementara untuk gubernur Sulsel, ada kerabat yang meninggal dunia. Lalu, gubernur Sumsel saat ini masih berada di Amerika Serikat. Untuk gubernur Lampung tak ada keterangan dari pihak Istana, namun staf dari Kemendagri mengabarkan ada acara pelantikan di wilayahnya.

"Biasakan kita tertib, saling menghormati, saling menyayangi, karena kita bertanggung jawab pada rakyat," pesan SBY dalam pidatonya.