Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tarata Patisserie Batam, Merajut Rasa Nusantara Melangkah ke Panggung Dunia
Oleh : Aldy Daeng
Jum\'at | 16-01-2026 | 12:28 WIB
AR-BTD-9060-Tarata.jpg Honda-Batam
Tarata Patisserie resmi membuka gerainya di di Komplek Ruko Pasar Putih, Batam Center, pada Jumat (16/1/2026). (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Di tengah derasnya arus kuliner modern bercita rasa global, Tarata Patisserie hadir membawa cerita yang berbeda. Resmi membuka gerainya di Batam Center pada Jumat (16/1/2026), Tarata tidak sekadar menawarkan makanan kekinian, melainkan menghadirkan pengalaman bersantap yang memadukan cita rasa modern dengan kekayaan budaya Nusantara. Dari Batam, Tarata menatap lebih jauh: membawa panganan lokal Indonesia menembus pasar internasional, termasuk China.

Berlokasi di Komplek Ruko Pasar Putih, Batam Center, Tarata Patisserie menyuguhkan suasana yang mengundang rasa bangga sejak pandangan pertama. Identitas Nusantara terasa kuat melalui kemasan produk yang dihiasi beragam ikon budaya Indonesia, seperti Candi Borobudur, tari Pendet, Raja Ampat, motif batik, Komodo, Jembatan Barelang, hingga Gonggong --ikon khas Kepulauan Riau. Visual tersebut menjadi penanda bahwa Tarata bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang narasi budaya.

Owner sekaligus Direktur Tarata Patisserie, Fariano Ong, menuturkan bahwa Tarata dirancang sebagai brand food and beverage yang mengawinkan seni, budaya, dan kualitas produk. "Kami ingin menghadirkan brand lokal yang berani menjadikan budaya Nusantara sebagai identitas utama, bahkan untuk diperkenalkan ke pasar internasional," ujar Fariano.

Dari sisi menu, Tarata menawarkan ragam pilihan yang luas. Pengunjung dapat menikmati sajian bernuansa Nusantara, sarapan sehat, hingga English breakfast yang dipadukan dengan aneka pastry. Beberapa menu andalan seperti Original New York Cheesecake, croissant, Hokkaido, dan egg tart menjadi favorit pelanggan berkat konsistensi bahan baku dan cita rasa.

Pada lini minuman, Tarata mengambil jalur yang berbeda. Ketika pasar didominasi minuman berbasis milk tea dari luar negeri, Tarata justru mengangkat minuman signature berbahan rempah-rempah Nusantara. Rempah lokal tersebut diolah secara tradisional, lalu dikemas dalam konsep minuman modern yang sehat dan relevan dengan selera masa kini.

"Ini adalah upaya kami memperkenalkan minuman lokal berbasis rempah sebagai alternatif di era F&B modern," kata Fariano.

Menjelang perayaan Imlek, Tarata juga menghadirkan kue lapis khas Imlek serta paket hampers yang dapat dipesan sebagai bingkisan. Layanan pre-order dibuka minimal dua hari sebelumnya. Ke depan, Tarata juga siap menjadi mitra berbagai kegiatan, mulai dari ulang tahun, acara kantor, hingga event khusus, lengkap dengan dekorasi dan sajian yang dikurasi oleh tim internal.

Konsep ruang di Tarata dirancang adaptif. Lantai dua menghadirkan suasana santai dan fungsional bagi anak muda yang ingin bersantai sekaligus bekerja, sementara lantai satu mengusung nuansa lebih elegan untuk pengalaman bersantap yang berkelas. Meski demikian, Tarata tetap menyasar segmen menengah dengan harga yang kompetitif.

Harga makanan di Tarata dibanderol mulai Rp 12.000, dengan rata-rata berada di kisaran Rp 26.000 - 32.000. Sementara itu, minuman kopi standar ditawarkan pada rentang Rp 24.000 - 28.000. Tarata Patisserie melayani pengunjung setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 24.00 WIB.

Dalam strategi promosi, Tarata aktif memanfaatkan media sosial, khususnya Instagram dan TikTok dengan akun Tarata Patisserie, serta memaksimalkan kehadiran di Google Maps dan Google Review. Manajemen berharap dukungan masyarakat Batam melalui ulasan dan interaksi digital dapat memperluas jangkauan brand lokal ini.

Tak berhenti di Batam, Tarata telah menyiapkan peta ekspansi. Setelah rencana pembukaan cabang di Uban, Tarata membidik pasar China, khususnya wilayah Zhong Guo, Fu Jian, dan Quan Zhou, dengan misi memperkenalkan makanan dan minuman Nusantara ke kancah global. Pada tahap awal, pengembangan tetap difokuskan di Kepulauan Riau.

"Dukungan dari sejumlah pengusaha besar di Batam menjadi energi bagi kami untuk terus berkarya dan mengembangkan Tarata," ungkap Fariano.

Dengan konsep yang kuat, cita rasa autentik, dan visi global, Tarata Patisserie menegaskan dirinya bukan sekadar tempat bersantap. Ia hadir sebagai etalase budaya Nusantara --dari Batam untuk dunia.

Editor: Gokli