Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

ICW Hadir di Kepri

Korupsi Harus Jadi Musuh Masyarakat
Oleh : hz/dd
Sabtu | 08-12-2012 | 16:23 WIB

BATAM, batamtoday - Indonesia Corruption Watch (ICW) kini hadir di Kepri, LSM yang selama ini dikenal masyarakat Indonesia dan eksis dalam kasus-kasus korupsi ini resmi aktif sejak 6 Desember 2012 lalu, diketuai oleh Salman, dan Rudi Sirait selaku sekjen ICW Batam serta Kiai Asim sebagai penasehat dan berkantor Ruko Accelaece Regata Blok C/39 Batam Centre.

Sekjen ICW Kepri, Rudi Sirait mengatakan bahwa organisasi yang dinaungi itu konsen menyoroti kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dan bertekad menjadi pengontrol terdepan kasus-kasus KKN di Kepri.

"Untuk target kasusnya tak ada, yang utama adalah permasalahan korupsi harus menjadi musuh setiap warga negara Indonesia dan khususnya Kepri," kata Rudi kepada batamtoday, Sabtu (8/12/2012).

Masih kata Rudi, ICW Kepri juga bertekad menjadi wadah pengaduan dan laporan masyarakat tentang adanya dugaan KKN yang ada di Kepri, apapun itu bentuk dugaannya ataupun melibatkan instansi pemerintah sekalipun, serta menyajikan info kepada masyarakat secara transparan adanya dugaan KKN.

ICW Kepri sendiri mengangkat visi menjadikan hukum sebagai panglima tertinggi dalam menangani dan memerangi KKN. Sementara misinya untuk meluruskan, mengurangi, memberantas, memberikan pembelajaran mengenai anti korupsi, kolusi serta nepotisme dan dampaknya bagi masyarakat.

Selain meresmikan kantornya, ICW Kepri juga melantik dua kepengurusan Koordinator daerah (Korda) nya yaitu Korda Tanjungpinang dan Korda Natuna. Korda Natuna, ketuanya dipercayakan kepada Amrullah. Sementara Korda Tanjungpinang dipercayakan kepada Mulkan.

"Ada dua kasus besar Kepri yang segera kita laporkan, yakni Harbour Bay dan pengadaaan Alkes. Kasus Harbour Bay sendiri telah ditetapkan tersangka namun belum juga ditahan dan akan segera angkat segera kasusnya," pungkas Rudi.