Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menu Makanan Rasa Nusantara Siap Temani Jamaah Haji Indonesia di Tanah Suci
Oleh : Redaksi
Kamis | 01-01-2026 | 17:28 WIB
IMG-20260101-WA0018_copy_470x250.jpg Honda-Batam
Pertemuan Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah dengan para importir Arab Saudi yang digelar pada Minggu (28/12/2025). (Foto: Kemenhaj)

BATAMTODAY.COM, Jeddah - Pemerintah Indonesia menyiapkan cita rasa Nusantara untuk menemani jamaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci. Upaya tersebut dilakukan melalui pemanfaatan produk Ready to Eat (RTE) dan bumbu pasta asal Indonesia yang akan digunakan dalam layanan konsumsi jamaah haji pada musim haji 2026.

Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan antara Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah dan para importir Arab Saudi yang digelar pada Minggu (28/12/2025). Pertemuan ini menjadi forum dialog untuk memastikan kesiapan implementasi penggunaan produk RTE dan bumbu pasta Indonesia sebagai bagian dari layanan konsumsi jamaah haji Indonesia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, mengatakan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan logistik, tetapi juga pada kenyamanan jamaah selama beribadah.

"Ini bukan sekadar soal pasokan makanan, melainkan menghadirkan layanan yang responsif terhadap kebutuhan jamaah, termasuk rasa makanan yang familiar,"ujar Jaenal.

Menurut dia, konsumsi yang sesuai selera dan memenuhi standar mutu menjadi salah satu faktor penting agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan nyaman.

Di balik penyediaan makanan tersebut, terdapat peran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta produsen pangan di Tanah Air. Pemerintah pun berupaya memastikan rantai pasok berjalan optimal, mulai dari proses produksi di Indonesia hingga penyajian di dapur haji di Arab Saudi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid, menegaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen memastikan setiap kebijakan dapat diterapkan secara nyata di lapangan.

"Yang kami dorong bukan hanya komitmen, tetapi kepastian pelaksanaan. Kemenhaj memastikan dapur benar-benar menggunakan produk Indonesia, dengan skema harga dan mekanisme pembayaran yang jelas agar layanan kepada jamaah berjalan optimal," kata Harun.

Sebagai bentuk kesiapan operasional, pemerintah telah menetapkan 52 dapur di Makkah dan 23 dapur di Madinah untuk melayani jamaah haji Indonesia. Seluruh dapur tersebut diwajibkan menggunakan produk Indonesia, mulai dari RTE, bahan makanan segar, hingga bumbu pasta, sebagaimana tercantum dalam kontrak penyelenggaraan haji.

Dalam pertemuan tersebut, para importir Arab Saudi menyambut baik langkah Kemenhaj yang mendorong kejelasan peran serta dukungan kelembagaan. Kepastian pembayaran dinilai penting agar produsen dan UMKM di Indonesia dapat berproduksi secara berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan membagikan data dapur, daftar supplier Indonesia yang telah tersertifikasi, serta importir yang memenuhi persyaratan. Langkah ini diharapkan mempercepat koordinasi, pemesanan, dan distribusi produk Indonesia menjelang musim haji.

Lebih dari sekadar urusan logistik, kebijakan ini mencerminkan upaya pemerintah menghadirkan layanan yang menyentuh kebutuhan jamaah. Kehadiran cita rasa Nusantara di dapur-dapur haji di Makkah dan Madinah diharapkan mampu memberi kenyamanan bagi jamaah Indonesia sekaligus memperkuat peran produk nasional dalam ekosistem ekonomi haji.

Editor: Dardani


A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php54/root/usr/lib64/php/modules/xsl.so' - /lib64/libxslt.so.1: symbol xmlGenericErrorContext, version LIBXML2_2.4.30 not defined in file libxml2.so.2 with link time reference

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: