Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemerintah Alokasikan Bantuan Makan Rp 450 Ribu per Bulan untuk Korban Banjir Sumatera
Oleh : Redaksi
Selasa | 30-12-2025 | 17:48 WIB
Korban-Banjir-Sumatera1.jpg Honda-Batam
Pemerintah Alokasikan Bantuan Makan Rp 450 Ribu per Bulan untuk Korban Banjir Sumatera. (ANTARA)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah mengalokasikan sejumlah bantuan keuangan kepada para korban banjir bandang dan longsor Sumatera selama proses pemulihan hingga tiga bulan ke depan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan pemerintah akan mengalokasikan tiga jenis bantuan, masing-masing yakni bantuan lauk pauk, pemulihan ekonomi, dan perabotan rumah.

Untuk lauk pauk, kata Gus Ipul, pemerintah akan mengalokasikan bantuan senilai Rp 15 ribu per hari untuk setiap orang. Sehingga, dalam sebulan setiap warga bisa mendapat bantuan Rp 450 ribu.

"Jadi per hari ini ya, per harinya Rp15 ribu, per bulannya Rp 450 ribu rupiah per orang, dikali tiga bulan," kata Gus Ipul dalam rapat koordinasi antara pemerintah, DPR, dan kepala daerah setempat di Aceh, Selasa (30/12/2025).

Bantuan itu akan mulai diberikan per hari ini selama warga menempati hunian sementara maupun tetap sebagai pengganti tempat tinggal mereka yang hilang akibat banjir.

Menurut Gus Ipul, jika setiap keluarga memiliki empat anggota, maka dalam sebulan mereka mendapatkan Rp 1,8 juta.

"Kalau mengandaikan satu keluarga misalnya empat orang, berarti satu bulannya mendapatkan, ini hanya untuk membeli lauk pauk, ini hanya untuk membeli lauk pauk sebesar Rp 1,8 juta dikali tiga bulan," katanya.

Selain bantuan lauk pauk, Gus Ipul menyebut pemerintah juga mengalokasikan bantuan senilai Rp 3 juta untuk perabotan hunian.

Ada pula bantuan Rp 5 juta per keluarga untuk pemulihan ekonomi. Bantuan itu akan diberikan melalui asesmen setelah warga menempati hunian sementara maupun tetap mereka.

"Kemudian juga setelah itu nanti akan dilakukan asesmen beserta pemerintah daerah, akan diberikan bantuan sebesar Rp 5 juta per keluarga dalam kerangka pemberdayaan dan pemulihan ekonomi per keluarga," katanya.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Yudha