Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

KBRI Tokyo Promosikan Produk Kreatif Indonesia Lewat Pop Up Store Discover Indonesia di Jepang
Oleh : Redaksi
Senin | 29-12-2025 | 13:08 WIB
Store-Discover.jpg Honda-Batam
Promosi produk kreatif dan manufaktur Indonesia melalui kegiatan Pasar Jepang Pop Up Store Discover Indonesia yang berlangsung di kawasan Hibiya, Tokyo, pada 22-26 Desember 2025. (Foto: Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jepang - Menjelang akhir 2025, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo menggelar promosi produk kreatif dan manufaktur Indonesia melalui kegiatan Pasar Jepang Pop Up Store Discover Indonesia yang berlangsung di kawasan Hibiya, Tokyo, pada 22-26 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi KBRI Tokyo dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI.

Pembukaan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Tokyo, Maria Renata Hutagalung, didampingi Atase Perdagangan KBRI Tokyo, Merry Astrid Indriasari. Promosi tersebut menampilkan beragam produk unggulan Indonesia, mulai dari aksesori, tas kulit, fesyen dan apparel, perhiasan, hingga alas kaki.

"Indonesia memiliki kekayaan produk kreatif dan manufaktur yang sangat beragam. Melalui Pop Up Store ini, kami mempromosikan sekaligus membantu memasarkan produk-produk tersebut kepada masyarakat Jepang," ujar Maria Renata Hutagalung.

Ia menjelaskan, sebelum kegiatan digelar, KBRI Tokyo bersama Kemendag RI telah melakukan proses kurasi dan product pitching untuk menyeleksi produk yang akan ditampilkan. Dari proses tersebut, terpilih 14 jenama Indonesia yang dinilai siap memasuki pasar Jepang. Dalam konsep promosi kali ini, para pelaku usaha diberikan kesempatan untuk menetapkan harga jual ritel secara langsung kepada konsumen Jepang sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan kreativitas kerajinan lokal Indonesia, tetapi juga membuka akses pasar secara langsung. Memasuki 2026, KBRI Tokyo akan terus meningkatkan promosi produk kreatif Indonesia di Jepang dan mendorong pelaku usaha agar terus berinovasi serta memenuhi standar yang berlaku," tambahnya.

Salah satu pelaku usaha yang berpartisipasi adalah MyCL, yang didirikan oleh Ronaldiaz Hartantyo (35). Perusahaan ini menghadirkan produk tas berbahan baku rumput laut dan kulit jamur, serta memiliki fasilitas produksi di Prefektur Nagano. MyCL bahkan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan JR West, antara lain untuk penggunaan lanyard MyCL oleh staf JR West, kolaborasi desain fesyen berbahan kulit jamur dengan Bunka Fashion College, serta penyediaan pouch MyLea berbahan algae sebagai merchandise penumpang kelas green car Shinkansen.

"MyCL berdiri sejak 2015 dengan fokus pada riset dan pengembangan material. Kami mengembangkan material berbasis miselium dan serat rumput laut yang dapat digunakan untuk berbagai aplikasi, seperti fesyen, interior, dan produk desain. Kami sangat mengapresiasi inisiatif KBRI Tokyo melalui Discover Indonesia Pop Up Store sebagai platform penting untuk bertemu langsung dengan pasar Jepang," ujar Ronaldiaz.

Selain MyCL, kegiatan ini juga diikuti Calla the Label yang menampilkan produk fesyen dan apparel dengan komitmen menyalurkan seluruh hasil penjualannya untuk donasi bencana di Sumatera. Sejumlah jenama Indonesia lainnya turut ambil bagian, di antaranya Felistianova, Mutche, D'Russa, Yearn, Javani Narutala, K's Eco Bags, Boolao, Bigboylooksgood, Tam Illi, serta Ittaherl.

Melalui Pop Up Store Discover Indonesia, KBRI Tokyo berharap produk kreatif dan manufaktur Indonesia semakin dikenal, diterima, dan mampu bersaing di pasar Jepang sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai produsen produk bernilai tambah dan berkelanjutan.

Editor: Gokli