Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menag Ajak Umat Kristiani Jadikan Natal 2025 Momentum Empati dan Kepedulian Sosial
Oleh : Redaksi
Jumat | 26-12-2025 | 10:28 WIB
menag-menado.jpg Honda-Batam
Menteri Agama saat menyapa jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Sentrum Manado, Sulawesi Utara, dalam perayaan Natal, Kamis (25/12/2025). (Foto: Kemenag)

BATAMTODAY.COM, Manado - Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengajak gereja dan umat Kristiani untuk menjadikan perayaan Natal Tahun 2025 sebagai panggilan iman dalam menghadirkan empati, kasih, dan kepedulian sosial bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang tengah menghadapi berbagai musibah.

Ajakan tersebut disampaikan Menteri Agama saat menyapa jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Sentrum Manado, Sulawesi Utara, dalam perayaan Natal, Kamis (25/12/2025).

Menurut Nasaruddin, makna iman Kristen yang dirayakan dalam Natal tidak berhenti pada seremoni liturgi, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang menyentuh kehidupan sosial. Ia berharap semangat kasih yang tumbuh dari gereja dapat mengalir ke tengah masyarakat dan memperkuat persaudaraan lintas iman di Indonesia.

"Ketika gereja dan umat beriman hadir membawa kasih, di situlah Indonesia yang damai dan rukun dapat kita bangun bersama," ujar Menag.

Dalam suasana ibadah Natal yang penuh sukacita, Menteri Agama juga menyampaikan ucapan Selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani dan Katolik di Sulawesi Utara. Ia menegaskan bahwa Natal menjadi momentum penting bagi gereja dan umat untuk semakin hadir bagi sesama melalui empati, solidaritas, dan kepedulian sosial.

"Terang Natal memanggil kita bukan hanya untuk bersukacita di dalam gereja, tetapi juga menghadirkan kasih di tengah masyarakat. Saat masih banyak saudara-saudari kita yang menghadapi musibah, gereja dan umat dipanggil untuk membawa pengharapan," tuturnya.

Kehadiran Menteri Agama disambut hangat oleh jemaat GMIM Sentrum Manado. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Ulyas Taha, menilai kehadiran Menag di tengah jemaat GMIM merupakan wujud nyata perhatian negara kepada seluruh umat beragama.

"Sulawesi Utara selama ini dikenal sebagai daerah yang rukun dan harmonis. Kehadiran Bapak Menteri Agama pada perayaan Natal ini semakin meneguhkan komitmen kita untuk terus menjaga persaudaraan lintas iman," kata Ulyas Taha.

Sementara itu, Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Sentrum Manado menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Agama beserta jajaran Kementerian Agama yang dinilai memberikan penguatan moral dan spiritual bagi umat di momen Natal.

Perayaan Natal tersebut turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Jeane Tulung, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Supriyadi, Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor J Mailangkay, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol. Roycke H. Langie, Rektor IAIN Manado Ahmad Rajafi, Rektor IAKN Manado Olivia C. Wuwung, Kepala Biro GMIM Pdt Anneke Purukan, serta jemaat GMIM Sentrum Manado.

Melalui momentum Natal 2025 ini, Kementerian Agama kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama seluruh umat beragama, memperkuat moderasi beragama, serta merawat kerukunan sebagai modal sosial dalam membangun bangsa.

Editor: Gokli