Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Tertinggi Sejak 2015, Kemenag: Bukan Sekadar Angka
Oleh : Redaksi
Selasa | 23-12-2025 | 14:08 WIB
Nasaruddin-Umar4.jpg Honda-Batam
Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026 bertema Toward a Loving Future Ummah di Jakarta, Senin (22/12/2025). (Kemenag)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) mencatat Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025 mencapai angka 77,89, tertinggi sejak survei nasional pertama kali dilakukan pada 2015.

Capaian tersebut diperoleh dari Survei Evaluasi Kerukunan Umat Beragama 2025 yang dilaksanakan Kemenag bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (P3M) Universitas Indonesia.

Hasil survei tersebut diumumkan dalam kegiatan Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026 bertema Toward a Loving Future Ummah di Jakarta, Senin (22/12/2025). Acara ini dihadiri Menteri Agama, Nasaruddin Umar; Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin; pejabat Eselon I dan II, staf khusus dan tenaga ahli Menteri Agama, pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), serta Kepala Kantor Wilayah Kemenag provinsi.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa capaian indeks kerukunan tidak boleh dimaknai sebatas statistik, melainkan sebagai panggilan moral bagi seluruh umat beragama. "Agama tidak boleh berhenti pada simbol dan ritual semata. Agama harus menjadi penuntun etis, kompas moral, yang memberi arah di tengah disrupsi sosial, teknologi, dan budaya yang terus berkembang," ujar Menag.

Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, menjelaskan bahwa kerukunan umat beragama dalam survei ini dimaknai sebagai hubungan antarumat yang toleran, setara dalam menjalankan ajaran agama, serta kebersamaan dalam membangun masyarakat, bangsa, dan negara berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

"Berdasarkan hasil pengukuran nasional, Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 berada di angka 77,89 dan masuk kategori tinggi. Ini merupakan skor tertinggi dalam 11 tahun terakhir," kata Ali Ramdhani.

Ia menambahkan, survei IKUB menggunakan tiga indikator utama, yakni toleransi, kesetaraan, dan kebersamaan. Toleransi berkaitan dengan sikap saling menerima dan menghormati perbedaan keyakinan. Kesetaraan menyangkut pandangan bahwa setiap warga memiliki hak dan kewajiban yang sama. Sementara kebersamaan dimaknai sebagai praktik saling mendukung dan bekerja sama dalam kehidupan sosial.

Survei dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstandar terhadap 13.836 responden. Responden dipilih menggunakan metode multistage random sampling with quota guna memastikan keterwakilan wilayah dan keseimbangan gender. Pengumpulan data berlangsung pada September hingga November 2025 dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error +/-0,83 persen.

"Dimensi toleransi menjadi penopang terkuat dengan skor 88,82, disusul kesetaraan 79,35. Sementara dimensi kebersamaan masih perlu penguatan dengan skor 65,49, khususnya dalam partisipasi lintas komunitas," jelas Ramdhani.

Selain IKUB, Kemenag juga merilis Indeks Kesalehan Umat Beragama (IKsUB) 2025 yang mencapai skor 84,61 dan masuk kategori sangat tinggi. Indeks ini terdiri atas dua dimensi, yakni sosial dan individual. Dimensi sosial mencatat skor 82,00, sementara dimensi individual mencapai 87,21.

Menurut Ramdhani, tren IKsUB menunjukkan peningkatan sejak 2020 dan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan keagamaan berbasis data. "Melalui Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026 ini, kami ingin memastikan seluruh program Kemenag ke depan disusun berdasarkan data yang terukur, agar kebijakan yang diambil benar-benar berdampak bagi masyarakat," tegasnya.

Ia menambahkan, berbagai indeks kehidupan keagamaan yang disusun Kemenag menjadi instrumen evaluasi untuk menakar efektivitas layanan dan kebijakan pemerintah di bidang keagamaan. "Data-data ini kami sajikan agar menjadi gambaran objektif kondisi masyarakat, sehingga kebijakan yang disusun lebih tepat sasaran," pungkas Ali Ramdhani.

Editor: Gokli


A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php54/root/usr/lib64/php/modules/xsl.so' - /lib64/libxslt.so.1: symbol xmlGenericErrorContext, version LIBXML2_2.4.30 not defined in file libxml2.so.2 with link time reference

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: