Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Lama di Luar Negeri, Gubernur HM Sani Mengaku Berobat di Jerman
Oleh : chr/dd
Jum'at | 07-12-2012 | 16:11 WIB
sani-atit.gif Honda-Batam
Gubernur HM Sani saat menggelar pertemuan dengan jurnalis sepulang dari Jerman.

TANJUNGPINANG, batamtoday - Gubernur Kepulauan Riau, HM Sani akhirnya tampil di depan para jurnalis. Dalam kesempatan itu, dia mengaku lamanya berada di Jerman karena tengah melakukan pengobatan.

Kepada jurnalis, Jumat (7/12/12012), Sani menyebutkan dirinya menjalani operasi penyempitan tulang tumbuh di bagian leher, yang menekan syaraf belakang punggungnya. Operasi itu dilakukan di Rumah Sakit International Neurosience Institute (INI) Hannover Jerman.

"Sebelumnya, memang tidak ada rencana untuk melakukan tindakan operasi. Namun saat di perjalanan saya mengalami penurunan kesehatan, dan saat menuruni tangga serta menoleh ke kanan maupun kekiri, terasa sakit," kata Sani pada sejumlah wartawan di kediamanya, Gedung Daerah Tanjungpinang.

Gubernur juga mengatakan, sebelumnya dirinya telah melakukan konsultasi dan pengobatan secara terapi ke dokter di Mounth Elizabeth, Singapura dan Mahkota Melaka, Malaysia.

Dari hasil konsultasi dan medical check-up itu, ditemukan adanya penyempitan pada syaraf punggung yang berakibat kurang baik terhadap kesehatan dan aktivitas, hingga dianjurkan untuk segera dilakukan operasi.

"Bertepatan dengan undangan Pemerintah Pusat dalam mengikuti, meeting bussiness di Jerman, saya juga menyempatkan diri melakukan medical check-up di Hannover, dengan membawa data-data kesehatan dari Singapura dan Malaysia," ujarnya.

Hasil pemeriksan di Jerman, kembali disarankan agar segera melakukan operasi, hingga Sani dan keluarga melakukan perundingan, dengan kesimpulan, akan melakukan operasi sesuai dengan saran dokter yang memeriksa.

"Rumah sakit yang dipilih untuk melakukan operasi adalah  rumah sakit International Neurosience Institute (INI) Hanover Jerman, dengan dokter terbaiknya. Allhamdulillah operasi berhasil dan  berjalan dengan baik," jelasnya.

Setelah pasca operasi, dirinya kembali diwajibkan untuk tetap tinggal selama 10 hingga 15 hari di Jerman guna menjalani pemulihan (recovery). Atas dasar itulah, dirinya terlambat pulang ke Kepri.

"Atas dasar keterlambatan ini, kami sekeluarga mohon maaf karena belum memberikan informasi dan mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang mendoakan kami," ujarnya.

Sementara itu, sebagaimana yang dikatakan Sekda Provinsi Kepri, Suhajar Diantoro, Gubernur juga telah meminta tambahan izin ke Kementerian Dalam Negeri dalam urusan penting untuk berobat setelah perjalanan dinas.

"Jadi secara administrasi izin cuti berobat dan ke luar negeri Gubernur berlangsung sejak 19 November hingga 5 Desember 2012," sebutnya.