Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BP Batam dan Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Teken MoU Fellowship Kardiologi Intervensi
Oleh : Redaksi/Alex RS
Jumat | 19-12-2025 | 08:28 WIB
2012_BP-Batam-Kolegium-Jantung-mou1.jpg Honda-Batam
BP Batam melalui RSBP Batam resmi menandatangani MoU dengan Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah terkait penyelenggaraan Program Fellowship Kardiologi Intervensi, Kamis (18/12/2025). (Foto: Humas BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - BP Batam melalui Rumah Sakit BP Batam (RSBP) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah terkait penyelenggaraan Program Fellowship Kardiologi Intervensi, Kamis (18/12/2025).

Penandatanganan MoU yang berlangsung di Marketing Centre BP Batam tersebut sekaligus mengukuhkan RSBP Batam sebagai rumah sakit pionir pertama di Provinsi Kepulauan Riau yang menjadi salah satu pusat Fellowship Kardiologi Intervensi di Indonesia.

Fellowship Kardiologi Intervensi merupakan program pelatihan subspesialisasi bagi dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (Sp.JP) untuk mendalami prosedur invasif minimal berbasis kateter dalam penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Program ini menjadi bagian strategis dari transformasi sistem kesehatan nasional, khususnya dalam mempercepat pemerataan tenaga medis ahli di bidang kardiologi intervensi di seluruh wilayah Indonesia.

MoU tersebut ditandatangani oleh Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, bersama Ketua Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah, Dr. dr. Renan Sukmawan, ST, Sp.JP (K).

Kegiatan ini turut dihadiri Direktur RSBP Batam dr. Tanto Budiharto, perwakilan Direktorat Mutu SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Dr. Yudhi Pramono, MARS, Dr. Afdhalun A Hakim Sp.JP (K), perwakilan Ikatan Dokter Indonesia, Perhimpunan Kardiologi Indonesia, Direktur RSUD Embung Fatimah drg. RR Sri Wijayanti, kalangan akademisi, serta jajaran BP Batam dan Kemenkes RI.

Ariastuty menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan RI dan Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah atas pendampingan dan kolaborasi yang terjalin hingga terlaksananya kerja sama tersebut.

Menurutnya, MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan kesehatan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, khususnya di bidang kardiologi intervensi.

"Program fellowship ini sangat penting untuk menyiapkan tenaga medis yang kompeten dan berdaya saing, sejalan dengan kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang," ujar Ariastuty yang akrab disapa Tuty.

Dalam pelaksanaannya, RSBP Batam akan menjadi bagian dari jejaring nasional penyelenggara fellowship yang dilaksanakan secara bertahap dengan tetap mengedepankan mutu dan akuntabilitas.

Sementara itu, Ketua Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah, Dr. dr. Renan Sukmawan, menyebut program Fellowship Kardiologi Intervensi merupakan target pemerintah dalam rangka pemerataan layanan jantung di Indonesia.

Ia memaparkan, ratusan ribu penderita kelainan jantung setiap tahun masih menghadapi keterbatasan akses tindakan medis, termasuk pemasangan ring jantung, akibat minimnya tenaga ahli.

"Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mendorong penambahan dokter ahli kardiologi intervensi agar angka kematian akibat serangan jantung dapat ditekan," ujarnya.

Menurut Renan, RSBP Batam dinilai memenuhi syarat sebagai rumah sakit pionir di Batam dan kerja sama ini menjadi investasi jangka panjang, sekaligus bagian dari misi pendidikan dan kemanusiaan.

Direktorat Mutu SDM Kesehatan Kemenkes RI, Dr. Yudhi Pramono, MARS, menambahkan bahwa secara nasional saat ini terdapat 18 rumah sakit yang menjadi pusat Fellowship Kardiologi Intervensi.

"Untuk Provinsi Kepulauan Riau, baru RSBP Batam yang bekerja sama dengan Kolegium. Penambahan center ini akan memperluas cakupan pelayanan nasional," jelasnya.

Ia menegaskan, langkah tersebut mendukung target pemerintah agar pada 2027 seluruh 547 kabupaten/kota di Indonesia dapat terlayani oleh dokter spesialis jantung kardiologi.

Editor: Gokli