Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BNPB Masih Terus Cari Korban Hilang Akibat Bencana di Sumatera-Aceh
Oleh : Redaksi
Minggu | 14-12-2025 | 17:10 WIB
IMG_20251215_055709_copy_470x250.jpg Honda-Batam
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Pemerintah menegaskan operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR) bagi korban bencana hidrometeorologi di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, masih terus dilaksanakan secara terukur serta terkoordinasi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan pelaksanaan operasi SAR disesuaikan dengan jumlah laporan orang hilang yang masuk dari masing-masing kabupaten dan kota.

Pelaksanaan operasi SAR kami menyesuaikan dengan data korban hilang yang dilaporkan di setiap daerah,” ujar Abdul Muhari saat konferensi pers pembaruan penanganan bencana hidrometeorologi Aceh di Pusat Informasi dan Media Center kantor gubernur Aceh, Banda Aceh, Minggu, (14/12/2025) dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, keputusan untuk melanjutkan operasi SAR merupakan hasil koordinasi intensif antara BNPB dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), dengan mempertimbangkan dinamika data korban di lapangan.

Menurut Abdul Muhari, perpanjangan operasi SAR mencerminkan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh laporan korban hilang ditindaklanjuti secara serius dan akurat.

"Meskipun di sejumlah wilayah laporan orang hilang sudah nihil, tim Basarnas tetap disiagakan karena tidak menutup kemungkinan korban ditemukan di wilayah administratif yang berdekatan," katanya.

Di Provinsi Aceh, operasi pencarian masih berlangsung di enam kabupaten, yaitu Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Tengah, Bireuen, Aceh Tamiang, dan Nagan Raya.

Sementara di Sumatera Utara, kegiatan SAR dilanjutkan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, serta Kota Sibolga. Adapun di Sumatera Barat, pencarian korban masih dilakukan di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Tanah Datar.

Ia menambahkan, setiap korban yang ditemukan di wilayah berbeda akan melalui proses identifikasi ketat berdasarkan nama dan alamat, kemudian dicocokkan dengan data kependudukan untuk memastikan asal daerah korban. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga keakuratan data nasional serta menghindari pencatatan ganda.

Editor: Surya