Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

150 Pelaut Indonesia Terdampar di Trinidad & Tobago
Oleh : hz/dd
Kamis | 06-12-2012 | 15:12 WIB
jumhur_hidayat.jpg Honda-Batam
Ketua BNP2TKI, Jumhur Hidayat.

BATAM, batamtoday - Pihak BNP2TKI sangat menyesalkan nasib 150 pelaut Indonesia yang terdampar di Trinidad & Tobago, akibat perusahaan pelayaran pemilik kapal tempat mereka bekerja pailit. Tidak hanya itu, ratusan pelaut ini sudah tidak menerima gaji selama mereka terdampar.

"Kami sangat menyayangkan dengan nasib 150 pelaut yang terdampar di Trinidad & Tobago," kata Ketua BNP2TKI, Jumhur Hidayat disela-sela acara acara MoU BNP2TKI dengan Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) di Hotel Novotel Jodoh, Kamis (6/12/2012).

Dari 163 TKI yang bekerja sebagai ABK, 20 di antaranya telah dipulangkan pada Jumat 9 November 2012 lalu dan semua biaya pemulangan ditanggung pemerintah. Para ABK ini rata-rata mengaku terdampar selama empat bulan dan hidup dengan subsidi dari masyarakat setempat.
 
"Seharusnya perusahaan yang bersangkutanlah yang berhak bertanggungjawab atas pemulangan TKI ini dan bukan pemerintah," jelasnya.

Kejadian ini sebabkan karena banyak pelaut Indonesi yang berangkat lewat jalur tak resmi dan tanpa pengetahuan Departemen Perhubungan (Dephub) dan BNP2TKI. Namun tiba-tiba baru diketahui setelah ada kasus dan para pelaut ini bermasalah diluar negeri.

"Pemerintah saat ini sedang memperbaiki permasalahan itu, dan untuk memperbaikinya perlu dukungan dari berbagai pihak, terutama yang berhubungan dunia kelautan dan kemaritiman," harap Jumhur.

Jumhur berharap agar para calon pelaut agar jangan termakan bujuk rayu dengan cara-cara yang mudah, namun dibelakang hari menimbulkan masalah-masalah yang sering terjadi sebelumnya.

Dari data yang dihimpun batamtoday ada sekitar 70 ribu pelaut asal Indonesia yang tersebar di seluruh dunia, dan sebagian besar berada di Belanda.