Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pariwisata Anambas, Kaya Potensi Namun Miskin Strategi
Oleh : em/dd
Kamis | 06-12-2012 | 13:02 WIB
pantai_anambas.jpg Honda-Batam
Salah satu kawasan wisata di Anambas yang eksotik. (Foto: Istimewa).

ANAMBAS, batamtoday - Tuhan menciptakan Anambas sambil tersenyum. Hal ini bisa terlihat dari potensi sumberdaya alam yang melimpah di Anambas seperti kelautan, perikanan, minyak dan gas, sosial dan budaya masyarakat yang hidup harmonis serta pertanian yang beranekaragam.


Namun, seiring dengan perkembangan dan kemajuan jaman, kekayaan alam saja tidak bisa menjamin kesejahteraan. Perlu intervensi pengetahuan, teknologi dan sumberdaya manusia yang unggul untuk dapat mengelola potensi sumberdaya alam tersebut.

Mohamad Abdi, Government Specialist DFW-Indonesia mengatakan salah satu modal pembangunan Anambas adalah kekayaan sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan melalui kegiatan pariwisata. Kegiatan pariwisata diyakini dapat dilakukan sepanjang masa karena memiliki karaktersitik tidak eksploitatif sifatnya.

"Di Anambas, kondisi kelautan dengan terumbu karang, pasir putih, kegiatan snourkling dan diving, kebudayaan melayu, kuliner dan atraksi budaya lainnya merupakan asset penting yang harus dikelola. Sayangnya, potensi yang kaya tersebut tidak diikitu dengan strategi pengelolaan pariwisata yang baik," kata Abdi, Kamis (6/12/2012).

Akibatnya, kegiatan pariwisata di Anambas masih ketinggalan dibanding daerah lain, minimnya perhatian pemerintah dalam penyediaan infrastrutur pariwisata serta ketiadaan upaya untuk meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia bidang ini.

Upaya edukasi kepada masyarakat luas tentang nilai manfaat kegiatan pariwisata jarang dilakukan oleh pemeintah daerah sehingga budaya bersih dan tidak membuang sampah disembarang tempat belum menjadi komitmen masyarakat.

"Memang selama ini, pemerintah telah aktif melakukan promosi dan ikut serta dalam kegiatan pameran, tapi hal tersebut belum cukup kuat menarik wisatawan jika kondisi lingkungan internal dan kesiapan masyarakat tidak ikut dibentuk," kata dia.

Abdi menilai dari sisi program, pariwisata Anambas belum memiliki rumusan Key Performance Indikator (KPI) yaitu Indikator Kinerja Utama yang bisa dijadikan alat ukur keberhasilan program. Alat ukur tersebut misanya berapa target kunjungan wisatawan dalam setiap tahunnya, berapa target pembangunan dan penyediaan infrastrutur pariwisata dan berapa target investasi yang dilakukan swasta pada sector pariwisata di Anambas.

"Ketiadaan alat ukur ini akan menyulitkan perhitungan dan klaim keberhasilan pembangunan. Selain itu, dapat dipastikan bahwa kegiatan dan program pariwisata akan berjalan tanpa arah," ujarnya.

Lanjutnya, kedepan perlu dibuat dan disepakati tentang pentingan Indikator Kinerja Utama pembangunan pariwisata Anambas. Indikator ini jangan dibuat sepihak oleh pemerintah tapi berdasarkan konsultasi dengan stakeholders pariwisata Anambas.

Hal lain yang perlu dilakukan adalah melakukan pembangunan dan penataan infrastruktur pariwisata sehingga akses dan penyediaannya bisa menjadi daya tarik. Yang tidak kalah pentingnya adalah kemasan dan paket pariwisata yang akan ditawarkan pada wisatawan harus memiliki value added, daya tarik kuat serta penanganan yang profesional oleh tenaga terampil.

"Langkah strategis ini harus dilakukan jika Anambas ingin mengejar ketertinggalan pembangunan pariwisata seperti yang sudah dilakukan oleh daerah tetangga seperti Batam dan Bintan," pungkasnya.