Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Gara-gara Listrik Diputus, Permukiman Pasir Putih Memanas
Oleh : kli/dd
Kamis | 06-12-2012 | 12:29 WIB
jonson-lp.gif Honda-Batam
Jonson menunjukkan laporan polisi yang dibuatnya ke Polsek Batuaji usai dipukul Lisbon Sihombing. Situasi permukiman Pasir Putih Persada kini memanas akibat pemutusan aliran listrik sepihak.

BATAM, batamtoday - Ketenangan warga permukiman Pasir Putih Persada, Batuaji kembali terusik. Pasalnya, Lisbon Sihombing yang tengah bermasalah dengan warga akibat pengelolaan PLN Curah lakukan pemutusan listrik atau meteran warga secara sepihak. Pemutusan listrik itu dilakukan Lisbon dibantu tiga orang oknum TNI.

Sontak pemutusan listrik di rumah Jonson Situmorang warga RT06 membuat heboh warga, Rabu (5/12/2012) malam. Jonson juga sempat dipukul oleh Lisbon lantaran menghalangi meteran miliknya dicopot. Sehingga, kasus pemukulan dan pemutusan listrik sepihak itu dilaporkan langsung ke Polsek Batuaji dengan nomor : STPLP/577/XII/2012.

Ditemui di daerah Batuji, Kamis (6/12/2012) Jonson menuturkan Lisbon Sihombing beserta tiga orang oknum TNI memutus dan mencopot meteran listriknya. Jonson yang tengah memplester emperan rumahnya merasa terganggu dan tak terima meterannya dicopot. Sehingga, dia berusaha melarang dan menghalangi. Sementara Lisbon yang didampingi oknum TNI merasa di atas angin langsung mendorong Jonson dan memukulnya di bagian punggung.

"Begitu warga tahu Lisbon putus listrik saya semua pada datang. Tiga oknum TNI itu ditahan beserta Lisbon menunggu kedangan Polisi. Sebelum Polisi datang Lisbon kabur," katanya.

Pada saat pemutusan listrik itu, Jonson sempat meminta dilakukan setelah Polisi dan RT datang. Namun, oknum tentara yang disebut bernama Roy mendengar kata Polisi langsung menyahut "Jangan RT, polisinya panggil ke sini, saya tidak takut" ucapan itu juga langsung disambangi oleh Lisbon "Suruh ke sini biar saya tampari".

Pemutusan itu pun tetap berlangsung, hingga warga dan pihak Lisbon didampingi tiga oknom TNI sempat ribut. Tak lama berselang, setelah warga menahan mereka di salah satu warung, polisi dari Polsek Batuaji pun terjun ke lokasi. Akan tetapi Lisbon sudah keburu kabur dari lokasi.

"Kapolsek Batuaji ikut lakukan pemeriksaan rumah dan meteran saya yang dirusak. Dan malam itu juga saya membuat laporan ke Polsek Batuaji,"jelasnya.

Kapolsek Batuaji, Kompol Tua Turnip yang dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya kejadian di permukiman Pasir Putih. Terkait pengerusakan meteran, laporan korban juga sudah diterima.

"Laporan korban sudah masuk, akan segera kita tindak lanjuti,"kata Turnip.

Di lain pihak, Pasi Intel Yonif 134 Tuah Sakti Batam, Lettu (Inf) Rusdianto dikonfirmasi wartawan membenarkan anggotanya ada di lokasi kejadian. Namun, terkait permasalahan warga dengan Lisbon anggotanya tak ikut campur, dan pada saat kejadian anggotanya hanya duduk di warung.

"Anggota saya ada yang satu marga dengan Lisbon. Tapi, saya pastikan mereka tak mencampuri masalah itu, hanya duduk di warung. Kalaupun disebut mencampuri, nanti malam kita akan berikan penjelasan kepada warga," jelasnya.