Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemerintah Mantapkan Strategi Ekonomi 2026, Airlangga: Upside Risk Lebih Dominan, Indonesia Harus Optimis
Oleh : Redaksi
Selasa | 02-12-2025 | 09:08 WIB
Strategi-Ekonomi-2026.jpg Honda-Batam
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Di tengah ketidakpastian global akibat perang tarif, konflik Timur Tengah, dan krisis Ukraina, Pemerintah menegaskan Indonesia tetap mampu menjaga ketahanan ekonominya. Untuk mempertahankan momentum tersebut, koordinasi dengan dunia usaha terus diperkuat demi memastikan stabilitas dan keberlanjutan pemulihan ekonomi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan optimisme tersebut dalam Rapat Pimpinan Nasional Kadin Indonesia 2025 di Jakarta, Senin (1/12/2025). "Pada 2026, upside risk akan lebih dominan dibanding downside risk. Kami optimistis pertumbuhan Indonesia bisa melampaui proyeksi APBN sebesar 5,4 persen. Jika para pelaku usaha optimis, Indonesia juga akan optimis," ujar Airlangga.

Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah tengah menjalankan berbagai program untuk mempertahankan daya beli masyarakat. Sejumlah agenda belanja nasional disiapkan dengan target transaksi lebih dari Rp 120 triliun, mulai dari diskon transportasi, kegiatan pariwisata, hingga kampanye belanja di minimarket dan e-commerce. Program "Belanja di Indonesia Aja" juga melibatkan pusat perbelanjaan dengan target tambahan transaksi Rp 30 triliun.

Pemerintah memastikan potensi belanja masyarakat dikonsolidasikan untuk menggerakkan UMKM dan menjaga momentum pemulihan ekonomi.

Anggaran Prioritas 2026 Rp 2.567,9 Triliun

Tahun 2026, Pemerintah menyiapkan anggaran prioritas sebesar Rp 2.567,9 triliun dari total Rp 3.842 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk ketahanan pangan, subsidi energi, pendidikan, kesehatan, pengembangan UMKM, pertahanan, serta peningkatan perdagangan dan investasi global.

Salah satu program utama ialah makan bergizi gratis yang menargetkan 80 juta penerima dengan anggaran Rp 335 triliun. Dukungan fiskal lain turut diperkuat, termasuk PPN Ditanggung Pemerintah untuk perumahan dan perluasan akses Kredit Usaha Rakyat.

Di sektor eksternal, Pemerintah melanjutkan strategi diplomasi ekonomi melalui penyelesaian berbagai perjanjian perdagangan internasional. Indonesia telah memfinalisasi kesepakatan dengan Kanada, melanjutkan proses EU–CEPA yang kini memasuki harmonisasi bahasa, serta menyiapkan aksesi CPTPP pada 2026.

Pemerintah juga memperluas kemitraan dengan negara-negara BRICS+ dan meningkatkan kontribusi pada New Development Bank. Dukungan terhadap aksesi OECD semakin menguat seiring mayoritas negara anggota menyatakan persetujuannya.

Airlangga menegaskan pentingnya akselerasi ekonomi hijau. Pemerintah tengah menyiapkan pembangunan super green corridor, pemanfaatan carbon capture and storage (CCS), serta peningkatan investasi energi baru dan terbarukan. Indonesia memiliki potensi penyimpanan karbon terbesar di Asia, mencapai 600 gigaton, yang menjadi daya tarik investasi global. Komitmen ini ditegaskan melalui rencana investasi dari Jepang, BP, dan ExxonMobil.

Pemerintah terus mempercepat transformasi digital, termasuk integrasi sistem pembayaran regional dan percepatan implementasi Digital Economic Framework Agreement. Nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD 600 miliar pada 2030.

Untuk mencetak talenta digital masa depan, Pemerintah menyiapkan program magang nasional yang menargetkan 100.000 peserta setiap tahun. Airlangga mengajak Kadin mendukung pengembangan startup berbasis teknologi, termasuk kecerdasan buatan yang dinilai memiliki potensi besar.

Hingga September, realisasi investasi telah mencapai 75 persen dari target dengan serapan tenaga kerja 1,95 juta orang. Hilirisasi sumber daya alam menunjukkan progres signifikan, didukung pengembangan industri kendaraan listrik dan semikonduktor. Pemerintah memastikan insentif seperti tax holiday, tax allowance, dan fasilitas impor tetap tersedia untuk memperkuat daya saing Indonesia sebagai pusat investasi regional.

"Harapannya, Kadin dapat ikut mendorong kesejahteraan masyarakat pada 2026. Banyak program pemerintah yang menyentuh langsung masyarakat, termasuk peluang besar bagi UMKM konstruksi," ujar Airlangga.

Rapat turut dihadiri Ketua MPR Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR Edy Baskoro Yudhoyono, Dewan Gubernur Senior BI Destri Damayanti, Wamenhan Donny Ermawan, serta Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie bersama jajaran pengurus Kadin.

Editor: Gokli