Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BP Batam Tekankan Kepastian Usaha dan Efisiensi Logistik sebagai Kunci Daya Saing Kawasan
Oleh : Redaksi/Alex
Jum\'at | 28-11-2025 | 15:08 WIB
dendi-bp6.jpg Honda-Batam
Direktur Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, dalam Indonesia International Transport Summit (IITS) 2025 di Jakarta, Kamis (27/11/2025). (Foto: BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - BP Batam menegaskan bahwa peningkatan kepastian usaha dan perbaikan sistem logistik menjadi faktor utama yang menentukan daya saing Batam dalam menghadapi persaingan investasi regional.

Hal itu disampaikan Direktur Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, dalam Indonesia International Transport Summit (IITS) 2025 di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Dendi menjadi salah satu panelis mewakili BP Batam dalam sesi pleno bertema "Batam and the Role of Integrated Logistic Transport", bersama Yukki Nugrahawan Hanafi (Senior Vice President FIATA), Adi Darma Shima (Interport Mandiri Utama), Dr. Haris Muhammadun (MTI), dan Albert Aulia Ilyas (Kalista Nusa Armada).

Dalam pemaparannya, Dendi menjelaskan bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025 memberikan landasan kuat bagi investor yang beroperasi di Batam. Regulasi tersebut menegaskan kewenangan BP Batam sebagai otoritas tunggal dan mempercepat proses perizinan.

"Dengan PP 25/2025, proses perizinan menjadi lebih cepat dan jelas. Investor kini memasuki ekosistem yang jauh lebih pasti," ujarnya.

Kinerja investasi Batam, menurut Dendi, menunjukkan tren peningkatan signifikan. BP Batam mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 hingga triwulan III mencapai Rp 54,7 triliun, atau 91 persen dari target Rp 60 triliun. Capaian tersebut memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus menegaskan posisi Batam sebagai pusat industri berorientasi ekspor.

Dendi juga menekankan peran strategis logistik dalam struktur ekonomi Batam. Sekitar 56 persen perekonomian daerah bergantung pada industri pengolahan, sementara 91 persen ekspor nonmigas berasal dari produk industri.

"Dengan struktur seperti ini, efisiensi logistik menjadi faktor kunci. Integrasi antara pelabuhan, bandara, dan kawasan industri adalah fokus utama kami," jelasnya.

Para panelis sepakat bahwa Batam memiliki posisi penting dalam rantai pasok regional. Penyederhanaan regulasi dan peningkatan infrastruktur diyakini dapat menekan biaya logistik dan meningkatkan volume perdagangan.

Menutup sesi, BP Batam menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan, menyederhanakan perizinan, serta mengembangkan infrastruktur guna menjadikan Batam sebagai gerbang logistik modern dan destinasi investasi kompetitif di Asia-Pasifik.

Editor: Gokli