Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Labuan Re Tingkatkan Performa Sistem dengan Migrasi ke Server HPE Berbasis AMD EPYC
Oleh : Alex Raswandi
Selasa | 25-11-2025 | 16:08 WIB
Labuan-Re.jpg Honda-Batam
Labuan Re Malaysia meningkatkan keandalan dan kinerja infrastruktur digitalnya dengan beralih ke server HPE yang ditenagai prosesor AMD EPYC. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Labuan Reinsurance (Labuan Re) Malaysia meningkatkan keandalan dan kinerja infrastruktur digitalnya dengan beralih ke server HPE yang ditenagai prosesor AMD EPYC, sebuah langkah strategis untuk mendukung bisnis reasuransi yang menuntut stabilitas dan efisiensi tinggi.

Labuan Reinsurance (Labuan Re) Malaysia resmi memperbarui sistem komputasinya dengan mengadopsi server Hewlett Packard Enterprise (HPE) berbasis prosesor AMD EPYC. Pembaruan ini dilakukan untuk meningkatkan performa, efisiensi, serta mengamankan keberlanjutan operasional perusahaan reasuransi yang selama tiga dekade berjalan berbasis bisnis-ke-bisnis.

CIO Labuan Re, Patrick Wong, menyampaikan bahwa keputusan migrasi tersebut muncul ketika perusahaan memindahkan pusat data dari Kuala Lumpur ke Cyberjaya. Kesempatan itu digunakan untuk mengevaluasi platform alternatif setelah sebelumnya bergantung pada infrastruktur berbasis Intel Xeon.

"Hasil uji benchmark publik dan diskusi dengan tim AMD meyakinkan kami untuk mencoba platform baru. Kami melihat peluang peningkatan kinerja yang signifikan," ujar Wong, dalam keterangan pers, Selasa (25/11/2025).

Penilaian internal menunjukkan bahwa beban kerja Labuan Re terdiri dari 80 persen proses daring dan sisanya pemrosesan batch. Prosesor AMD EPYC dinilai mampu menangani kombinasi beban kerja tersebut, terutama untuk sistem inti seperti DXC, sistem investasi, portal intranet, hingga basis data Microsoft SQL.

Migrasi ke server AMD EPYC menghasilkan peningkatan performa yang mencolok. Waktu pemrosesan pekerjaan batch dipangkas dari delapan jam menjadi kurang dari dua jam. Laporan underwriting, perhitungan profitabilitas, serta berbagai analisis operasional juga mengalami penyusutan waktu pemrosesan hingga lebih dari 70 persen.

"Itulah target yang kami tetapkan, dan hasilnya tercapai," jelas Wong.

Selain kinerja, efisiensi ruang pusat data turut meningkat. Dengan jumlah mesin fisik yang berkurang, Labuan Re kini hanya menggunakan dua rak server, dari sebelumnya tiga. Penghematan biaya sewa ruang pusat data mencapai 30 persen dan dialihkan untuk memperkuat fasilitas pemulihan bencana.

Pemenuhan standar keberlanjutan (ESG) juga menjadi alasan kuat di balik perpindahan pusat data ke fasilitas ramah lingkungan di Cyberjaya. Dengan 71 persen klien berasal dari luar negeri, termasuk Lloyd's London, Labuan Re memprioritaskan kepatuhan terhadap standar energi dan keberlanjutan global.

Infrastruktur baru ini juga disiapkan untuk kebutuhan masa depan, termasuk implementasi kecerdasan buatan untuk mendukung proses underwriting. Dengan teknologi AI, waktu penilaian risiko diproyeksikan dapat dipangkas dari dua hingga tiga minggu menjadi kurang dari satu hari.

Pengalaman sukses migrasi tersebut membuat Labuan Re aktif membagikan manfaat penggunaan AMD EPYC kepada para CIO lain. "Sebagian besar institusi masih ragu beralih dari platform lama. Kami sudah memindahkan seluruh produksi ke AMD, dan semuanya berjalan sangat baik," tutur Wong.

Wong menegaskan bahwa prosesor AMD EPYC telah memenuhi kebutuhan tingkat ketersediaan tinggi (high availability) dan memberikan stabilitas yang diperlukan bagi perusahaan reasuransi. "Jika Anda merencanakan pertumbuhan dan beban kerja analitik yang menuntut, AMD EPYC adalah pilihan siap masa depan," ujarnya menutup pernyataan.

Editor: Gokli