Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ruang GTK Masuk Top 10 Global EdTech Prize 2025, Indonesia Pamer Inovasi Pendidikan di Dubai
Oleh : Redaksi
Senin | 24-11-2025 | 15:48 WIB
ruang-gtk.jpg Honda-Batam
Aplikasi Ruang GTK berhasil menembus jajaran Top 10 Global EdTech Prize dalam ajang World Schools Summit 2025 di Dubai, Uni Emirat Arab, pada pertengahan November. (Kemendikdasmen)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) berhasil menembus jajaran Top 10 Global EdTech Prize dalam ajang World Schools Summit 2025 di Dubai, Uni Emirat Arab, pada pertengahan November.

Penghargaan ini diberikan berkat inovasi aplikasi Ruang GTK, yang dinilai mampu membantu jutaan guru mengembangkan profesionalisme secara mandiri serta berbagi praktik terbaik di seluruh ekosistem pendidikan Indonesia.

Kepala Pusdatin, Yudhistira Nugraha, menyebut capaian tersebut sebagai bukti kerja kolaboratif tim yang mengelola Ruang GTK. "Penghargaan ini menjadi dorongan bagi Kemendikdasmen untuk terus berkomitmen menghadirkan sistem pembelajaran berbasis teknologi di masa depan," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (23/11/2025).

Di sela rangkaian Global EdTech Prize, Pusdatin juga menggelar sejumlah agenda lain, termasuk SoGood Summit. Dalam forum tersebut, Yudhistira memaparkan langkah Indonesia membangun partisipasi publik dalam peningkatan mutu pendidikan melalui Rumah Pendidikan pada fitur Ruang Mitra.

Delegasi Indonesia turut mengikuti pertemuan multilateral bersama kementerian pendidikan dari Filipina, Ghana, Argentina, Zimbabwe, Ethiopia, Kolombia, dan Brasil. Pada kesempatan itu, Pusdatin memperkenalkan super aplikasi Rumah Pendidikan sebagai ekosistem pembelajaran dan kolaborasi nasional.

"Mewakili Indonesia, kami menghadiri SoGood Summit dan membahas berbagai isu strategis, mulai dari pembangunan kepemimpinan global hingga pemanfaatan EdTech untuk kemaslahatan bersama," kata Yudhistira.

Delegasi lain yang hadir meliputi Agus Triarso, Kepala Bidang Tata Kelola SPBE dan Transformasi Digital; Muhammad Totok Prabowo, Penanggung Jawab Kebijakan dan Tata Kelola SPBE; serta Kevin Arffandy, Deputi COO INA Digital Edu. Selama tiga hari, para delegasi bertukar wawasan mengenai pengembangan kepemimpinan sekolah masa depan dan pemanfaatan teknologi agar dapat diakses seluruh guru tanpa terkecuali.

"INA Digital Edu berkomitmen mendukung Kemendikdasmen mewujudkan pembelajaran berkualitas untuk semua," ujar Kevin.

Puncak kegiatan ditutup dengan EdTech Competition, di mana Pusdatin mempresentasikan inovasi Rumah Pendidikan melalui fitur Ruang GTK dan berhasil menjadi finalis kategori Non-Profit Organization. Capaian tersebut menegaskan komitmen Indonesia dalam mengembangkan teknologi pendidikan bagi guru dan satuan pendidikan.

"Inovasi untuk pendidikan yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berdampak terus kami kembangkan. Dari Indonesia untuk dunia," tutur Kevin.

Editor: Gokli