Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Perkuat Diplomasi Ekonomi Lewat Partisipasi di Big Sabah Sale 2025
Oleh : Redaksi
Sabtu | 08-11-2025 | 09:09 WIB
Paviliun-umkm.jpg Honda-Batam
Paviliun Indonesia menghadirkan 13 pelaku UMKM binaan dari berbagai provinsi, dalam Big Sabah Sale (BSS) 2025, pameran produk konsumen terbesar di Sabah, Malaysia, yang berlangsung pada 31 Oktober-2 November 2025. (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Kota Kinabalu - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menegaskan komitmen memperkuat kerja sama ekonomi lintas batas melalui partisipasi aktif dalam Big Sabah Sale (BSS) 2025, pameran produk konsumen terbesar di Sabah, Malaysia, yang berlangsung pada 31 Oktober-2 November 2025.

Acara bergengsi yang diselenggarakan di Kota Kinabalu ini secara resmi dibuka oleh Menteri Keuangan Sabah, YB Dato' Sri Masidi Manjun, dan ditutup oleh Wali Kota Kota Kinabalu, YB Dato' Sri Dr Haji Sabin bin Samitah. Selama tiga hari penyelenggaraan, BSS 2025 menghadirkan 650 stan dari 14 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Pameran ini menarik perhatian puluhan ribu pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha hingga masyarakat umum.

Pada kesempatan tersebut, Paviliun Indonesia menghadirkan 13 pelaku UMKM binaan dari berbagai provinsi, seperti Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, DKI Jakarta, Sumatera Utara, dan Bali, serta 5 pengusaha independen yang berpartisipasi secara mandiri. Produk yang ditampilkan meliputi pangan olahan dan organik, fesyen dan tekstil, kerajinan tangan, serta suplemen herbal. Ragam produk ini mendapatkan sambutan positif dari pengunjung maupun calon mitra bisnis di Sabah.

"Partisipasi Indonesia dalam Big Sabah Sale bukan hanya sarana promosi produk, tetapi juga langkah strategis memperkuat jejaring kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Sabah," ujar Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu.

Ia menambahkan, semangat dan kreativitas pelaku UMKM Indonesia menjadi modal penting dalam memperluas pasar ekspor di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai bagian dari agenda pameran, dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara KADIN Kalimantan Selatan dan Malaysian International Chamber of Commerce and Industry (MICCI) Sabah terkait promosi perdagangan, investasi, dan pertukaran informasi bisnis. Selain itu, ASPINDO Kalimantan Utara bersama Asosiasi Kraftangan Sabah menjajaki kerja sama dalam pemberdayaan pengrajin di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, guna memperkuat sektor industri kreatif dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Kehadiran Paviliun Indonesia juga membuka peluang bisnis baru. Sejumlah importir dan distributor lokal Sabah menyampaikan minat menjalin kemitraan dengan pelaku UMKM Indonesia, termasuk rencana distribusi jangka panjang, pelatihan produk bersama, serta pembukaan jalur pemasaran tetap di Sabah.

"KJRI Kota Kinabalu akan terus memfasilitasi tindak lanjut dari penjajakan kerja sama ini dengan berkoordinasi bersama KADIN Indonesia dan pemangku kepentingan terkait," lanjut Konsul Jenderal.

"Tujuannya agar semakin banyak UMKM Indonesia yang siap ekspor dan berdaya saing di pasar regional."

Partisipasi Indonesia dalam Big Sabah Sale 2025 mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam memperkuat diplomasi ekonomi dan mendukung internasionalisasi UMKM nasional. Melalui kegiatan ini, KJRI Kota Kinabalu terus memainkan peran penting sebagai jembatan penghubung kolaborasi perdagangan, sekaligus mempererat hubungan ekonomi, sosial, dan budaya antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di kawasan Borneo.

Editor: Gokli