Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BI Kepri Dorong Pertumbuhan Inklusif Lewat Ekonomi Biru, Perekonomian Tumbuh 7,14 Persen
Oleh : Aldy
Jum\'at | 07-11-2025 | 16:08 WIB
Ka-BI-Kepri4.jpg Honda-Batam
Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto. (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Kepri Economic Forum (KEF) 2025 di Batam, Selasa (4/11/2025). Forum ini menjadi ajang strategis untuk mendiseminasikan Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Kegiatan yang diinisiasi BI Kepri tersebut dihadiri lebih dari 200 peserta dari unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, pelaku usaha, perbankan, akademisi, media, serta pelajar dan mahasiswa. Forum ini menghasilkan sejumlah rekomendasi dan gagasan inovatif untuk memperkuat fondasi ekonomi Kepri agar tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto, menyampaikan bahwa perekonomian Kepri menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Kepri tumbuh 7,14 persen (year on year) pada triwulan II 2025, meningkat dari 5,16 persen pada triwulan sebelumnya. Dengan pertumbuhan kumulatif 6,15 persen di semester I 2025, Kepri menjadi provinsi dengan kinerja ekonomi terbaik di Sumatera.

"Dalam berbagai catatan positif itu, kita tetap perlu memperhatikan disparitas antarwilayah. Batam memang menjadi penopang utama, namun daerah lain perlu dorongan agar pertumbuhan lebih merata," ujar Rony.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Kepri ditopang oleh Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 3,57 persen dan Net Ekspor Domestik sebesar 2,74 persen. Dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan masih mendominasi dengan kontribusi 41,4 persen terhadap total PDRB Kepri, di mana Batam menyumbang 66 persen dari total tersebut.

Sementara dari sisi perbankan, BI mencatat kinerja positif per September 2025 dengan pertumbuhan kredit sebesar 20,61 persen (yoy), Dana Pihak Ketiga (DPK) 14,06 persen, dan aset 13,14 persen. Aktivitas transaksi digital juga meningkat pesat, di mana penggunaan QRIS tumbuh 181,93 persen, termasuk transaksi lintas negara (cross-border) dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Ekonomi Biru Jadi Arah Strategis Kepri

Rony menegaskan, arah pembangunan ekonomi Kepri ke depan akan difokuskan pada penguatan ekonomi biru sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). "Kepri memiliki potensi besar di sektor maritim. Dengan 96 persen wilayah berupa laut, potensi ekonomi biru bisa menjadi penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi inklusif," tegasnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Adi Prihantara menilai sektor maritim dapat menjadi penghubung industri pengolahan dan perdagangan antarwilayah. "Potensi laut Kepri tidak hanya terbatas pada perikanan, tapi juga meliputi industri perkapalan dan perdagangan maritim yang bernilai tinggi," ujarnya.

KEF 2025 juga menghadirkan sesi talkshow yang menghadirkan sejumlah pakar ekonomi maritim, seperti Prof Arief Anshory Yusuf (Guru Besar FEB Universitas Padjadjaran), Cart Surwanto (Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Kelautan dan Perikanan), serta Josua Pardede (Ekonom Bank Permata).

Melalui forum ini, BI Kepri bersama Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mengoptimalkan potensi ekonomi biru, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan merata di seluruh wilayah Kepulauan Riau.

Editor: Gokli