Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Wagub Nyanyang Tegaskan Komitmen Pemerataan dan Kualitas Pendidikan di Kepri
Oleh : Aldy
Kamis | 23-10-2025 | 15:28 WIB
wagub-nyanyang.jpg Honda-Batam
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, saat membuka Rakor Pendidikan Provinsi Kepri Tahun 2025 yang digelar di Golden Prawn, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, pada Rabu (22/10/2025) malam. (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepri untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah, termasuk daerah kepulauan yang masih tertinggal dalam akses layanan pendidikan.

Penegasan itu disampaikan Nyanyang saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan Provinsi Kepri Tahun 2025 yang digelar di Golden Prawn, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, pada Rabu (22/10/2025) malam.

Dalam sambutannya, Nyanyang menekankan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri 2025-2030. Pemerintah, katanya, berkomitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui kebijakan pendidikan yang berorientasi pada pemerataan dan peningkatan mutu di semua satuan pendidikan.

"Pemerintah menargetkan peningkatan rata-rata lama sekolah, harapan lama bersekolah, serta pemerataan dan kualitas pendidikan di seluruh satuan pendidikan," ujarnya.

Wagub juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi literasi dan numerasi peserta didik sesuai standar nasional. Selain itu, ia menegaskan komitmen untuk memperluas akses pendidikan bagi anak usia 4 hingga 18 tahun, termasuk bagi penyandang disabilitas, serta mendorong peningkatan jumlah penduduk usia produktif yang memiliki kualifikasi pendidikan tinggi dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Menurut Nyanyang, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari angka kelulusan, melainkan juga dari pembentukan karakter dan daya saing siswa. "Pendidikan bukan hanya soal mencetak lulusan, tetapi membentuk karakter. Pemerataan kualitas pendidikan jauh lebih penting daripada sekadar mengejar status sekolah unggulan," tegasnya.

Ia berharap Rakor Pendidikan menjadi wadah produktif untuk menyusun strategi dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta para pemangku kepentingan pendidikan di Kepri. "Forum seperti ini jangan hanya jadi formalitas, tetapi harus melahirkan solusi konkret untuk peningkatan kualitas pendidikan kita," katanya.

Selain itu, Nyanyang menekankan pentingnya transparansi dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan kebijakan pendidikan agar pelayanan publik semakin optimal. "Kita harus memastikan setiap anak di Kepulauan Riau, baik di pulau besar maupun di pulau kecil, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang utuh dan membahagiakan," ujarnya.

Menutup pidatonya, Nyanyang menyebut tahun 2025 sebagai momentum strategis untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkarakter di Provinsi Kepri.

"Transformasi digital di sekolah, peningkatan kompetensi guru, serta pemerataan akses pendidikan di wilayah kepulauan menjadi fokus utama kami dalam beberapa tahun ke depan," pungkasnya.

Editor: Gokli