Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sektor Infrastruktur Kuasai Dana IPO 2025, Sektor Kesehatan Pimpin Jumlah Emiten Baru di BEI
Oleh : Aldy Daeng
Senin | 13-10-2025 | 11:28 WIB
BEI-IDX1.jpg Honda-Batam
Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pasar modal Indonesia tetap menunjukkan ketangguhannya. Hingga 2 September 2025, sebanyak 22 perusahaan baru resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai lebih dari Rp 10 triliun.

Data BEI mencatat, sektor infrastruktur menjadi penyumbang dana terbesar, sementara sektor kesehatan (healthcare) mendominasi dari sisi jumlah emiten baru.

Dari total dana yang dihimpun, sektor infrastruktur menempati posisi teratas dengan perolehan Rp 2,63 triliun dari dua perusahaan. Kontributor terbesar berasal dari PT Chandra Daya Investasi Tbk yang menghimpun Rp 2,37 triliun sejak resmi tercatat pada 9 Juli 2025.
Satu perusahaan lainnya, PT Hero Global Investment Tbk, menambah Rp 260 miliar dari sektor yang sama.

Sektor consumer non-cyclicals berada di posisi kedua dengan total dana Rp 2,46 triliun. Sebagian besar berasal dari PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk yang mengumpulkan Rp 2,042 triliun saat melantai di BEI pada 25 Maret 2025.

Perusahaan lain seperti PT Fore Kopi Indonesia Tbk dan PT Raja Roti Cemerlang Tbk turut berkontribusi dengan dana masing-masing Rp 353 miliar dan Rp 61 miliar.

Adapun sektor properti dan real estat menempati posisi ketiga dengan total dana IPO Rp 2,45 triliun. Dari jumlah tersebut, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk menjadi penyumbang terbesar dengan Rp 2,30 triliun, diikuti PT Kentanix Supra International Tbk sebesar Rp 145 miliar.

"Tiga sektor besar ini --infrastruktur, consumer non-cyclicals, dan properti-- secara kolektif menyumbang sekitar 72,5 persen dari total dana IPO sepanjang 2025," tulis BEI dalam keterangannya di Jakarta.

"Tren ini memperlihatkan kepercayaan investor terhadap potensi sektor-sektor fundamental yang menopang ekonomi nasional."

Sementara itu, dari sisi jumlah perusahaan tercatat, sektor kesehatan (healthcare) mendominasi dengan empat emiten baru, yakni PT Medela Potentia Tbk (MDLA), PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK), PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH), dan PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT). Total dana yang dikumpulkan sektor ini mencapai sekitar Rp 900 miliar.

"Kehadiran sektor kesehatan dalam jumlah signifikan menunjukkan bahwa industri ini tetap menjadi fokus strategis pascapandemi."

Selain itu, sektor basic materials dan consumer cyclicals masing-masing menghadirkan tiga perusahaan baru, dengan total dana terhimpun Rp 436 miliar dan Rp 292 miliar.

Dari sektor energi, dua perusahaan menghimpun Rp 825 miliar, sementara sektor keuangan juga menambah dua emiten dengan total dana Rp 262 miliar.

Adapun sektor transportasi dan logistik turut berkontribusi melalui satu perusahaan dengan dana sekitar Rp 141 miliar.

Meski nilai dana dari sektor-sektor tersebut relatif lebih kecil, keberadaannya memperkaya profil perusahaan tercatat di BEI. "Kombinasi kekuatan sektor utama dan partisipasi berbagai industri mencerminkan ketahanan serta daya tarik pasar modal Indonesia di tengah dinamika global."

Tren IPO tahun 2025 menunjukkan pasar modal Indonesia tetap solid dan inklusif, dengan sektor infrastruktur menjadi penggerak utama penghimpunan dana dan sektor kesehatan mencatat emiten terbanyak. Kondisi ini menegaskan peran BEI sebagai sarana strategis bagi perusahaan untuk bertumbuh sekaligus membuka peluang investasi baru bagi masyarakat.

Editor: Gokli