Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemendikdasmen Gelar Sayembara 7 KAIH 2025, Dorong Penguatan Karakter Sejak Dini
Oleh : Redaksi
Senin | 13-10-2025 | 10:08 WIB
7-KAIH.jpg Honda-Batam
Sayembara 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) yang berlangsung sejak 1 hingga 26 Oktober 2025. (Foto: Kemendikdasmen)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) terus memperkuat pendidikan karakter di sekolah. Salah satu langkah konkretnya adalah melalui Sayembara 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) yang berlangsung sejak 1 hingga 26 Oktober 2025.

Sayembara ini menjadi wadah berbagi praktik baik dari sekolah, guru, dan murid di seluruh Indonesia dalam rangka mendukung Gerakan 7 KAIH, program prioritas Kemendikdasmen untuk menumbuhkan karakter unggul generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala Puspeka, Rusprita Putri Utami, menegaskan penguatan karakter tidak cukup berhenti pada slogan. Ia menilai, seluruh pihak harus berkolaborasi mewujudkannya dalam aksi nyata.

"Penguatan karakter adalah cita-cita besar. Wujudnya bukan hanya slogan, tetapi aksi nyata yang lahir dari kolaborasi keluarga, sekolah, masyarakat, dan media. Kita ingin semua pihak bahu-membahu mempersembahkan ekosistem pendidikan yang berkarakter, inklusif, serta berkelanjutan," ujar Rusprita dalam webinar SOLUSI (Sosialisasi dan Diskusi) Inspirasi Sayembara 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Jakarta, Rabu (9/10/2025).

Menurut Rusprita, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat tinggi. "Sejak sayembara dibuka pada 1 Oktober, peserta terus bertambah. Banyak karya dari guru, sekolah, dan anak-anak yang menunjukkan semangat karakter luhur serta kebinekaan," jelasnya.

Rusprita menambahkan, Sayembara 7 KAIH bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang ekspresi dan pembelajaran bersama bagi peserta didik, guru, dan pemerintah daerah. "Anak-anak diberi ruang berekspresi, guru dan orang tua mendapat inspirasi konkret, sementara sekolah dan daerah semakin aktif membangun ekosistem pendidikan yang sehat, aman, dan bebas kekerasan," tambahnya.

Sayembara ini terbuka untuk murid, guru, kepala sekolah, dan pemangku kepentingan pendidikan di seluruh Indonesia.

Terdapat dua kategori utama:

  1. Sayembara Cerita Praktik Baik, ditujukan untuk satuan pendidikan dan pemerintah daerah yang berbagi kisah nyata penerapan nilai karakter di sekolah dan lingkungan sekitar.
  2. Sayembara Bakti dalam Warna dan Kata, di mana anak-anak mengekspresikan kebiasaan baik dan bakti kepada orang tua melalui karya tulis serta gambar.

Informasi lengkap dan pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi: https://cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/sayembara7kaih/.

Melalui Sayembara 7 KAIH, Kemendikdasmen berharap semakin banyak lahir inisiatif kolaboratif dari sekolah, keluarga, dan komunitas pendidikan untuk membangun budaya karakter yang inklusif, menghargai keberagaman, dan berdampak nyata bagi masa depan anak-anak Indonesia.

"Mari bersama-sama kita wujudkan anak-anak Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berjiwa kebinekaan menuju Indonesia Emas 2045," tutup Rusprita.

Editor: Gokli