Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Airlangga Hartarto Tegaskan Digitalisasi dan AI Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Oleh : Redaksi
Rabu | 17-09-2025 | 14:08 WIB
AI-ekonomi.jpg Honda-Batam
Menko Airlangga Hartarto, saat menghadiri The 5th AI Innovation Summit 2025 yang digelar Komite Nasional Kecerdasan Artifisial (KORIKA) di Jakarta, Selasa (16/9/2025). (Foto: Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menegaskan digitalisasi dan kecerdasan artifisial (AI) akan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Hal ini disampaikannya saat memberikan keynote speech pada the 5th AI Innovation Summit 2025 yang digelar Komite Nasional Kecerdasan Artifisial (KORIKA) di Jakarta, Selasa (16/9/2025).

"Saya ingin berbagi terkait paket ekonomi yang kemarin. Paket ekonomi itu memasukkan unsur digital. Ada 17 program, terdiri dari delapan program akselerasi untuk pertumbuhan ekonomi di 2025 dan sangat inklusif. Nah, kaitannya dengan digital itu adalah program magang bagi lulusan perguruan tinggi," ujar Airlangga, demikian dikutip laman Kemenko Perekonomian.

Ia menekankan, penguatan ekosistem digital telah menjadi prioritas pemerintah karena digitalisasi merupakan sektor dengan pertumbuhan eksponensial. Salah satu program unggulan adalah pemagangan bagi lulusan perguruan tinggi yang diharapkan mampu mempercepat lahirnya talenta digital siap kerja.

Menurut Airlangga, transformasi digital kini merambah semua disiplin ilmu, tidak hanya teknik atau teknologi. "Link and match antara perguruan tinggi dan sektor industri digital harus diperkuat. Pemerintah juga memperhatikan penguatan UMKM berbasis digital, misalnya dengan penyediaan co-working space di Tanah Abang dan Blok M, yang akan diperluas ke 15 kota lain," jelasnya.

Di tingkat regional, Indonesia memimpin penyusunan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA), kerangka kerja digital pertama di dunia yang ditargetkan rampung tahun depan. Melalui kerangka tersebut, perekonomian ASEAN diproyeksikan meningkat dua kali lipat menjadi USD 2 triliun pada 2030, dengan potensi kontribusi Indonesia sebesar USD 500-700 miliar.

Airlangga juga memaparkan capaian Indonesia di bidang AI. Saat ini, Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN yang menyelesaikan AI Readiness Assessment bersama UNESCO. Pemerintah juga sedang mengimplementasikan Strategi Nasional AI dengan fokus pada tujuh bidang, mulai dari kebijakan, etika, riset inovasi, pengembangan talenta, hingga investasi.

Untuk menopang agenda tersebut, pemerintah memperkuat infrastruktur digital melalui jaringan 5G, Palapa Ring, BTS, serta satelit orbit rendah (Low Earth Orbit Satellite). Selain itu, Indonesia tengah mendorong hilirisasi industri semikonduktor. Saat ini, Indonesia telah mampu melakukan assembling, testing, dan packaging semikonduktor untuk pasar ekspor, sementara penguasaan desain cip menjadi target ke depan.

"Dalam setiap inovasi dan perkembangan, kita tidak boleh membuat kebijakan yang eksklusif. Inklusif adalah kunci utama agar anak bangsa bisa terlibat dalam pengembangan ini. Untuk digitalisasi dan AI, wajib hukumnya kita buat kebijakan yang inklusif," tegas Airlangga.

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Founder KORIKA Bambang Brodjonegoro, Ketua Umum KORIKA Hammam Riza, Juru Bicara Menko Perekonomian Haryo Limanseto, Tim Asistensi Menko Perekonomian Raden Pardede, perwakilan kementerian/lembaga, serta sejumlah CEO perusahaan teknologi.

Editor: Gokli