Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Harga Cabai di Batam Tembus Rp 110 Ribu, Pedagang dan Ibu Rumah Tangga Menjerit
Oleh : Aldy Daeng
Selasa | 16-09-2025 | 11:48 WIB
AR-BTD-5687-Cabai-Batam.jpg Honda-Batam
Di Pasar Botania 1, harga cabai merah kini mencapai Rp 95 ribu hingga Rp 110 ribu per kilogram. (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Lonjakan harga kebutuhan pokok kembali menghantam warga Batam. Harga cabai, sayuran, hingga lauk pauk meroket dalam beberapa hari terakhir, membuat pedagang kecil dan ibu rumah tangga semakin tertekan.

Di Pasar Botania 1, harga cabai merah kini mencapai Rp 95 ribu hingga Rp 110 ribu per kilogram. Sementara cabai rawit bertahan di kisaran Rp 56 ribu sampai Rp 60 ribu per kilogram.

Aming, pedagang cabai di Pasar Botania 1, mengaku kenaikan harga paling signifikan terjadi hari ini. "Kenaikan ini datang dari distributor. Kami pedagang hanya ikut harga," ujar Aming saat ditemui di kiosnya, Selasa (16/9/2025).

Ia menambahkan, Pasar Tos 3000 Nagoya yang dikenal sebagai barometer harga bahan pokok bahkan sudah lebih dulu menjual cabai merah dengan harga Rp 100 ribu per kilogram sejak 15 September 2025.

Tak hanya cabai, harga sayuran juga naik drastis. Bayam bertahan di Rp 22 ribu per kilogram selama sepekan terakhir, kangkung Rp 20 ribu, dan buncis Rp 32 ribu. Aming menjelaskan, cuaca ekstrem dua pekan terakhir membuat pasokan sayur berkurang.

Namun, harga bawang relatif stabil. Bawang merah Jawa masih dijual Rp 38 ribu per kilogram, bawang putih Rp 35 ribu, dan bawang impor dari Birma Rp 18 ribu.

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas laut. Rudi, pedagang ikan di Pasar Botania 1, menyebut harga udang tambak ukuran besar kini menembus Rp 120 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 80 ribu sampai Rp 90 ribu. Udang laut kualitas sama bahkan dipatok Rp150 ribu.

"Ikan bawal hitam ukuran sedang Rp 65 ribu, tenggiri Rp 75 ribu, sedangkan ikan selar dan kembung Rp 55 ribu," ungkap Rudi.

Sementara harga daging ayam relatif stabil. Ayam segar bertahan di Rp40 ribu per kilogram, sedangkan ayam beku Rp32 ribu.

Kenaikan harga ini paling dirasakan pelaku usaha kecil. Yuni, pedagang gado-gado di Batam Center, mengaku kesulitan menutup biaya operasional.

"Sangat terasa kenaikannya. Kami tidak mungkin menaikkan harga jual karena takut pelanggan lari. Jadi harus putar otak bagaimana tetap bertahan," keluhnya.

Hal senada disampaikan Marlina, ibu rumah tangga di Garden Raya. Ia menilai kenaikan harga bahan pokok jauh lebih cepat dibanding kenaikan gaji suaminya. "Gaji setahun sekali naik, itupun kecil. Sementara harga bapok hampir tiap dua atau tiga bulan naik, dan jarang sekali turun. Seperti beras dan minyak goreng, begitu naik, tidak pernah turun lagi," ujarnya.

Marlina berharap pemerintah turun tangan mengendalikan harga kebutuhan pokok. "Tolonglah Pak Wali, Bu Wali, juga anggota dewan. Jangan cuma hidup enak, tapi perhatikan masyarakat kecil. Kami emak-emak harus memikirkan bagaimana dapur tetap ngebul dan gizi keluarga terjaga," pintanya lantang.

Editor: Gokli