Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Respons 17+8 Tuntutan Masyarakat, Polri Tegaskan Terbuka terhadap Kritik
Oleh : Redaksi
Sabtu | 06-09-2025 | 12:08 WIB
trunyudo.jpg Honda-Batam
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko. (Humas Polri)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Polri menegaskan pihaknya tidak anti kritik dalam menanggapi 17+8 tuntutan masyarakat yang sebagian ditujukan untuk institusi kepolisian. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo disebut berkomitmen menjadikan Polri sebagai organisasi modern yang terbuka terhadap masukan publik.

"Yang selanjutnya adalah terkait apa yang menjadi tuntutan dalam era demokrasi, tentu Bapak Kapolri selalu menegaskan Polri diharapkan menjadi organisasi yang modern. Dan salah satunya ciri organisasi menuju modern adalah menerima kritikan. Polri tidak anti kritik," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (5/9/2025).

Trunoyudo menekankan, setiap masukan dari masyarakat dipandang sebagai bentuk kepedulian publik terhadap Polri. Menurutnya, evaluasi atas pelaksanaan tugas terus dilakukan secara menyeluruh, dengan pengawasan internal maupun eksternal.

"Tentu melakukan evaluasi secara menyeluruh dan intens, serta dalam pelaksanaan tindakan kepolisian itu dilakukan pengawasan baik internal maupun eksternal. Secara eksternal juga dari Kompolnas, bahkan rekan-rekan media sebagai kontrol sosial kepada kami. Dan tentunya secara khusus lagi seluruh masyarakat sudah bisa melihat," tambahnya.

Diketahui, tiga dari 17 tuntutan masyarakat yang beredar di media sosial ditujukan langsung kepada Polri dengan tenggat waktu hingga hari ini, yakni pembebasan seluruh demonstran yang ditahan, penghentian kekerasan polisi serta kepatuhan terhadap SOP pengendalian massa, dan penindakan hukum secara transparan terhadap anggota maupun komandan yang terbukti melakukan pelanggaran HAM.

Selain itu, terdapat satu dari delapan tuntutan jangka panjang yang juga terkait dengan kepolisian, yaitu reformasi kepemimpinan dan sistem Polri agar lebih profesional dan humanis.

Editor: Gokli