Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Pamerkan Kekuatan Produk Kerajinan di Tokyo International Gift Show 2025
Oleh : Redaksi
Kamis | 04-09-2025 | 16:08 WIB
TIGS-2025.jpg Honda-Batam
Tokyo International Gift Show (TIGS) Autumn 2025 di Tokyo Big Sight, Jepang. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia menegaskan posisinya sebagai pusat desain dan inovasi global dengan menampilkan produk kerajinan unggulan pada Tokyo International Gift Show (TIGS) Autumn 2025 di Tokyo Big Sight, Jepang.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyatakan keikutsertaan Indonesia pada pameran kerajinan terbesar di Jepang itu merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong ekspor produk bernilai tambah.

"Keikutsertaan Indonesia pada TIGS menjadi ajang untuk memamerkan sekaligus menunjukkan kekuatan produk lokal yang siap bersaing di pasar global. Kami ingin dunia mengenal Indonesia bukan hanya sebagai negara penghasil bahan baku, tetapi juga sebagai sumber inspirasi desain, inovasi, dan produk bernilai," ujar Budi di Tokyo, Kamis (4/9/2025).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menambahkan Paviliun Indonesia yang hadir di TIGS 2025 merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan mitra strategis. "Kami ingin memastikan Indonesia tampil dengan kualitas terbaik dari sisi produk, narasi, maupun kesiapan bisnis," tegas Fajarini.

Paviliun Indonesia mengusung tema 'Crafting Peace, Living Harmony' dan menghadirkan sepuluh pelaku usaha kriya. Tiga di antaranya --Javani Narutala, Green Galeria, dan Handep Ethical-- telah meraih penghargaan Good Design Award di Jepang.

Sementara itu, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Tokyo, Maria Renata Hutagalung, menilai proses seleksi produk yang ketat sangat penting untuk meningkatkan daya saing di pasar Jepang. "Produk lokal Indonesia kini menjadi tren di kalangan muda Jepang, terutama yang berbahan baku alami. Hal ini menunjukkan potensi besar kerajinan Indonesia di segmen premium," katanya.

Menurut data Kemendag, ekspor kerajinan Indonesia ke Jepang pada periode Januari-Juni 2025 mencapai USD 16,4 juta, naik 26,26 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Aksesori seperti topi tenun dan produk tekstil menyumbang kontribusi terbesar.

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif, Ari Satria, menyebut tren positif ini menegaskan apresiasi konsumen Jepang terhadap kerajinan Indonesia yang memadukan estetika, fungsi, dan nilai budaya. "Karakter pasar Jepang yang detail dan berorientasi mutu membuka peluang besar bagi kerajinan Indonesia untuk menembus segmen premium," jelas Ari.

Secara global, ekspor kerajinan Indonesia sepanjang Januari - Juli 2025 tercatat senilai USD 253,7 juta, dengan Jepang sebagai pasar terbesar kedua setelah Amerika Serikat.

Editor: Gokli