Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

KKP Gandeng Medco Garap Konservasi Anambas, Jadi Pilot Project Kemitraan Migas dan Laut
Oleh : Redaksi
Selasa | 02-09-2025 | 11:08 WIB
Konservasi-Anambas.jpg Honda-Batam
KKP gandeng Medco garap Konservasi Anambas. (KKP)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjalin kolaborasi dengan industri minyak dan gas (migas) untuk memperkuat pengelolaan Kawasan Konservasi Nasional (KKN) Kepulauan Anambas. Langkah ini menjadi tonggak penting sinergi lintas sektor dalam menjaga ekosistem laut sekaligus mendukung pembangunan ekonomi biru.

Kerja sama tersebut tertuang dalam perjanjian antara Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru dan Medco E&P Natuna Ltd yang ditandatangani di Jakarta, Rabu (27/8/2025).

"Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bagaimana sektor swasta dapat berperan dalam memastikan kawasan konservasi dikelola secara optimal," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (30/8/2025), demikian dikutip laman KKP.

Koswara menegaskan, kemitraan ini sejalan dengan visi Indonesia untuk mencapai target pengelolaan efektif kawasan konservasi sebesar 30 persen dari luas laut nasional pada 2045 atau sekitar 97,5 juta hektare. "Keterlibatan Medco E&P Natuna Ltd patut diapresiasi sebagai pilot project yang bisa menjadi contoh bagi perusahaan migas lainnya," lanjutnya.

Direktur Konservasi Ekosistem, Firdaus Agung, menambahkan dukungan sektor migas akan memperkuat pemanfaatan Neraca Sumber Daya Laut (NSDL) serta meningkatkan efektivitas pengelolaan melalui instrumen EVIKA yang telah mencapai status berkelanjutan di Anambas.

Dari pihak swasta, Senior Manager Field Relations and Security Offshore Medco, Ary Dwipermana, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjadikan kemitraan ini sebagai proyek jangka menengah. "Selama ini Medco sudah melakukan kegiatan konservasi, namun masih parsial.

Dengan adanya kolaborasi bersama LKKPN, kami optimis bisa memberi dampak lebih luas bagi kelestarian ekologi dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Kepala LKKPN Pekanbaru, Rahmad Hidayat, menyebut kolaborasi ini juga menerapkan pendekatan Friends of Anambas, yakni model pengelolaan berbasis pulau kecil dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat. Melalui skema ini, berbagai aksi nyata telah dilakukan, mulai dari proteksi penyu, rehabilitasi terumbu karang, edukasi masyarakat, hingga diversifikasi mata pencaharian pesisir.

Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas sendiri merupakan wilayah strategis di perbatasan Indonesia - Malaysia - Filipina, terdiri atas 239 pulau kecil dengan ekosistem penting seperti lamun, mangrove, dan terumbu karang. Dengan posisi geopolitik yang vital, penguatan pengelolaan kawasan ini dipandang sebagai kunci menjaga kedaulatan sekaligus menopang keberlanjutan ekonomi biru nasional.

Langkah ini selaras dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan yang mendorong pembangunan sektor kelautan berbasis ekonomi biru melalui kolaborasi antar sektor. Tujuannya tidak hanya memperkuat perlindungan laut, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Editor: Gokli