Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Festival Taste of Indonesia 2025 Raup Transaksi Rp 1,08 Miliar, Kuliner Nusantara Kian Diminati di Melbourne
Oleh : Redaksi
Selasa | 02-09-2025 | 09:08 WIB
angklung.jpg Honda-Batam
Tim Muhibah Angklung dari Jawa Barat unjuk kebolehan pada Festival Kuliner dan Kerajinan Nusantara di Melbourne, Australia. (KBRI Melbourne)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Festival Taste of Indonesia 2025 yang digelar di Queen Victoria Market, Melbourne, sukses menyedot lebih dari 10 ribu pengunjung dan mencatatkan transaksi ritel sekitar Rp 1,08 miliar.

Acara yang berlangsung 30-31 Agustus ini menegaskan kuliner Nusantara kian diminati masyarakat Australia sekaligus membuka peluang ekspor produk UMKM Indonesia.

Atase Perdagangan RI Canberra, Agung Haris Setiawan, menyebut festival ini bukan sekadar perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, melainkan juga ajang diplomasi budaya dan promosi dagang.

"Selama dua hari, pengunjung bisa menikmati hidangan khas Indonesia seperti satai, rendang, nasi goreng, gado-gado, tempe mendoan, hingga es cendol. Festival ini juga membuka jalan agar produk UMKM kita makin dikenal di Australia," ujar Haris, dikutip laman Kemendag, Selasa (2/9/2025).

Festival ini melibatkan 20 ekshibitor dengan estimasi penjualan rata-rata USD 3.270 per peserta. Tak hanya kuliner, lebih dari 15 restoran Indonesia di Melbourne ikut serta, sementara UMKM menampilkan batik, kerajinan tangan, bumbu masakan, kopi, dan berbagai produk khas Nusantara.

Ketua Indonesian Culinary Association of Victoria (ICAV), Heri Febriyanto, menambahkan kuliner menjadi sarana efektif memperkenalkan Indonesia. "Kini semua restoran Indonesia di Australia bisa diakses melalui platform digital www.tasteofindonesia.com.au. Platform ini juga membuka peluang pembelian langsung produk UMKM dari Tanah Air," jelas Heri.

Acara turut dimeriahkan pertunjukan budaya, mulai dari tari tradisional, musik, hingga penampilan Tim Muhibah Angklung Indonesia yang mengajak pengunjung memainkan angklung bersama. Kehadiran Waroeng Spesial Sambal (SS) yang merayakan ulang tahun ke-23 sekaligus tahun pertama cabangnya di Melbourne juga menjadi sorotan sebagai bukti jenama kuliner Indonesia mampu bersaing di luar negeri.

Selain itu, kopi single origin dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, hingga Papua menarik perhatian komunitas kopi Australia melalui sesi cupping dan brewing bersama Australian Specialty Coffee Association (ASCA).

Presiden ASCA, Bruno Maiolo, menegaskan minat pecinta kopi spesialti Australia terhadap kopi Indonesia terus meningkat. "Festival seperti ini membuka peluang kolaborasi lebih luas di masa depan," ujarnya.

Produk UMKM yang dibawa Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) juga mendapat sambutan positif. Aneka camilan seperti sambal pecel, emping, bakpia, hingga jamu jahe ludes terjual bahkan sebelum acara berakhir. Fakta ini menegaskan potensi besar UMKM Indonesia menembus pasar Australia dengan dukungan promosi dan pasokan berkelanjutan.

Editor: Gokli