Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ketika Mushaf dan Sembako Menjadi Jembatan Hati di Batam
Oleh : Aldy
Sabtu | 23-08-2025 | 14:28 WIB
Amjat-05.jpg Honda-Batam
Amjad Foundation --lembaga sosial berbasis Singapura dan Malaysia-- menyerahkan 423 mushaf Al-Qur'an dan 84 paket sembako kepada masyarakat di Mapolresta Barelang, Sabtu (23/8/2025). (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Siang itu, Sabtu (23/8/2025), halaman Mapolresta Barelang dipenuhi wajah-wajah yang tak bisa menyembunyikan rasa haru. Tidak ada panggung megah, tidak ada gegap gempita. Namun, dari acara sederhana itu, mengalir makna yang jauh lebih dalam: solidaritas lintas negara.

Di hadapan masyarakat dan aparat kepolisian, Amjad Foundation --lembaga sosial berbasis di Singapura dan Malaysia-- menyerahkan 423 mushaf Al-Qur'an dan 84 paket sembako. Bagi sebagian orang, jumlah itu mungkin tidak besar. Tetapi bagi mereka yang menerima, bantuan ini adalah nafas baru di tengah kebutuhan hidup yang kian mendesak.

"Ini bukan soal banyak atau sedikit, tetapi soal niat dan makna. Kami ingin menegaskan bahwa kepedulian tak bisa dibatasi oleh negara," kata Executive Director Amjad Foundation, Ajiyan Mohd Amin.

Air Mata di Balik Mushaf

Seorang ibu rumah tangga bernama Siti Aisyah (47) tak kuasa menahan air mata saat menerima paket sembako. Tangannya gemetar memeluk bungkusan berisi beras, minyak, dan gula.

"Alhamdulillah...bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Anak-anak di rumah bisa makan lebih tenang beberapa hari ke depan. Saya tidak menyangka ada orang dari negeri seberang yang peduli dengan kami di sini," ucapnya lirih.

Di sisi lain, seorang santri muda dari sebuah pesantren di Batam tersenyum saat menerima mushaf Al-Qur'an premium. "Mushaf ini akan kami gunakan untuk belajar tahfiz. InsyaAllah akan jadi amal jariyah bagi yang memberi," katanya.

Kasat Binmas Polresta Barelang, Kompol Yulianti Azril, memastikan distribusi bantuan menjangkau hingga pelosok. "Sebanyak 423 mushaf akan kami salurkan ke lapas, pesantren, dan masjid. Sementara sembako diberikan kepada masyarakat yang betul-betul membutuhkan, termasuk di pulau-pulau terluar Batam," jelasnya.

Polisi dengan Wajah Humanis

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zainal Arifin, berdiri di hadapan hadirin dengan senyum hangat. Sesekali ia menyelipkan guyonan, bahkan melantunkan kalimat dalam bahasa Melayu Singapura dan Inggris. Kehadirannya sore itu terasa berbeda: bukan sebagai penegak hukum, melainkan sebagai bagian dari masyarakat.

"Polisi ini tugasnya to serve and to protect. Melayani dan melindungi. Itu adalah global motto. Melalui bantuan ini, kami ingin menunjukkan bahwa polisi tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kehidupan sosial," ucapnya.

Ia menambahkan, kepolisian di Batam terus berupaya merangkul masyarakat. "Di Batam ini, kami ingin menunjukkan penghargaan terhadap keberagaman agama. Gotong royong, misalnya, kami lakukan bukan hanya di masjid, tetapi juga di gereja," tambahnya.

Jembatan Kebaikan dari Negeri Tetangga

Amjad Foundation bukan pendatang baru dalam kerja sosial lintas negara. Sebelumnya, yayasan ini aktif menyalurkan bantuan di Kamboja, Palestina, hingga Bandung. Batam dipilih karena kedekatannya dengan Singapura dan keberagamannya yang mencerminkan wajah Indonesia.

"Setiap kali Allah mudahkan, kami ingin hadir membawa manfaat. Di Batam, kami berharap bisa dekat dengan masyarakat, membantu yang membutuhkan, sekaligus memperkuat tali persaudaraan antarnegara," ungkap pendiri yayasan, Amjad Khan Bin Mohd Rezzuan Jagjit.

Bahasa Universal: Kepedulian

Bantuan yang sederhana itu meninggalkan jejak emosional. Mushaf yang dibagikan bukan hanya kitab suci, melainkan pengingat bahwa iman dan persaudaraan bisa menembus batas negara. Sementara sembako yang diterima warga bukan sekadar pangan, melainkan simbol perhatian dari mereka yang berada di seberang laut.

Di ujung negeri, di Batam yang menjadi pintu gerbang Indonesia, kolaborasi antara polisi dan yayasan asing ini mengajarkan satu hal: kebaikan tidak mengenal batas. Ia bisa datang kapan saja, dari siapa saja, dan untuk siapa saja.

Editor: Gokli